Jelang KTT, Kim Jong-un Diperkirakan Berangkat Dengan Kereta Api

Tesa Oktiana Surbakti
19/2/2019 18:02
Jelang KTT, Kim Jong-un Diperkirakan Berangkat Dengan Kereta Api
(AFP KCNA VIA KNS)

KUNJUNGAN delegasi Korea Utara ke sebuah kota Vietnam melalui jalur kereta api dari Tiongkok, memicu spekulasi Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, akan melakukan perjalanan dengan moda transportasi darat tersebut. Pada akhir Februari, Kim dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) putaran kedua.

Jelang KTT di Hanoi, Vietnam, kedua negara telah mengirimkan sejumlah tim, meski para pejabat enggan menjabarkan pergerakan maupun pertemuan persiapan. Sumber dari pemerintahan Vietnam yang terlibat dalam perencanaan pertemuan diplomat tingkat tinggi, mengungkapkan beberapa pejabat Korea Utara menyambangi daerah perbatasan Tiongkok pada Senin waktu setempat.

Baca juga: Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok Dilanjutkan di Gedung Putih

"Sebuah tim dari Korea Utara berada di Lang Son pada hari Senin. Mereka berangkat ke wilayah tersebut dengan menggunakan mobil dari Hanoi," ujar sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Asahi TV Jepang melaporkan tim dari Korea Utara mendatangi stasiun kereta api di kota dekat perbatasan Tiongkok, sekaligus mensurvei kondisi jalan di wilayah tersebut. Mengingat Lang Son tidak memiliki bandar udara, kemudian muncul spekulasi rombongan Kim akan menempuh perjalanan darat atau dengan kereta api, yang cukup jauh dari Tiongkok ke Vietnam.

Pertemuan kedua pemimpin negara pada pekan depan, menindaklanjuti KTT pertama AS-Korea Utara di Singapura pada Juni 2018. Dalam KTT terakhir, Kim melakukan perjalanan ke Singapura dengan menggunakan pesawat yang dipinjamkan pemerintah Tiongkok.

Apabila Kim benar menempuh jalur kereta api, maka jarak yang ditempuh dari Pyongyang menuju Hanoi, mencapai 4.000 kilometer (km). Itu dengan catatan melalui jalur kereta di Lang Son, Tiongkok. Setidaknya, perjalanan rombongan Kim memakan waktu lebih dari 60 jam.

Menurut sebuah suber yang dikutip NK News berbasis di Seoul, perjalanan rombongan Kim berpotensi mengganggu jaringan kereta api kecepatan tinggi milik Tiongkok. Pasalnya, kecepatan kereta api yang digunakan Kim terbilang lambat. Kim bisa menempuh rute perjalanan kombinasi, yakni menggunakan kereta api dari Pyongyang menuju Beijing, Tiongkok. Kemudian dilanjutkan perjalanan udara dengan tujuan Hanoi.

Baca juga: Penasihat Utama PM Trudeau Mengundurkan Diri

Sejauh ini, pemimpin Korea Utara yang sangat tertutup itu belum mengonfirmasi kehadiran dalam KTT pekan depan, yang akan menjadi kunjungan pertamanya di Vietnam. Perwakilan khusus Korea Utara untuk AS, Kim Hyok Chol, diperkirakan akan tiba di Hanoi dalam beberapa hari ke depan. Dia dijawalkan bertemu dengan mitranya dari AS, Stephen Biegun, pada akhir pekan ini.

Wakil asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Korea Utara, Alex Wong, diketahui sudah berada di Hanoi, guna mempersiapkan perhelatan KTT. Kalangan pengamat menekankan kemajuan nyata diperlukan dalam pertemuan puncak putaran kedua. Sebab, KTT putaran pertama menghasilkan komitmen samar terkait pemusnahan senjata nuklir Korea Utara.(Channelnewsasia/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya