Oposisi Siapkan Titik Baru Pengumpulan Bantuan

Denny Parsulian Sinaga
18/2/2019 05:45
Oposisi Siapkan Titik Baru Pengumpulan Bantuan
BANTUAN AS: Pekerja menurunkan bantuan makanan dan obat-obatan untuk Venezuela dari pesawat militer AS di Bandara Internasional Camilo Dazadi, Cucuta, kota perbatasan Kolombia dan Venezuela, Sabtu (16/2). Bantuan tersebut didatangkan atas permintaan pemimp(AFP/RAUL ARBOLEDA)

BANTUAN kemanusiaan dari Amerika Serikat (AS) untuk warga Venezuela telah tiba di Kota Cucuta, Kolombia, yang berbatasan dengan ­Venezue­la. Pesawat militer AS membawa bantuan tersebut atas permintaan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.

Seperti diketahui, pada bulan lalu, Guiado telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Vene­zuela. Di sisi lain, Presiden Nicolas Maduro menuding bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari rencana AS untuk menyamarkan invasi ke Venezuela.

Rusia, sekutu dekat Maduro, menyatakan AS bisa memanfaatkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Venezuela sebagai dalih bagi campur tangan militer. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova Skenario, mengatakan skenario serupa telah digunakan berulang kali di Timur Tengah.

Di lain hal, Guaido mengungkapkan sekitar 600 ribu sukarelawan Venezuela akan membawa bantuan AS tersebut melintasi perbatasan pada 23 Februari 2019. “Kami akan memobilisasi di dalam dan di luar perbatasan kami,” katanya dalam sebuah cicitan di Twitter pada Sabtu (16/2). “Perjuangan kami terus membuahkan hasil!” tambahnya.

Hingga kini, masih belum jelas apakah bantuan itu akan diizinkan masuk ke Venezuela atau tidak. Sebuah jembatan yang menjadi akses antara Venezuela dan Kolombia sampai saat ini masih tetap diblokir dengan kontainer. Pada sebuah konferensi pers di Cucuta, administrator USAID Mark Green mengatakan bantuan diminta Guaido karena Venezuela tengah berada dalam cengkeraman krisis kemanusiaan yang kian meningkat.

“Anak-anak akan kelaparan dan hampir setiap rumah sakit di Vene­zuela mengalami kekurangan obat-­obatan yang serius,” kata Green. Dia melanjutkan krisis di negara itu telah mencapai skala regional, dengan tiga juta warga Venezuela­ bermigrasi ke negara-negara tetangga untuk mencari makanan dan obat-obatan. “Hari ini kami berdiri di garis depan salah satu pemindah­an terbesar orang dalam sejarah Amerika Latin,” ujarnya.

Secara terpisah, perwakilan untuk Guaido mengatakan titik pengumpul­an bantuan akan terus ditambah. Saat ini, terangnya, sedang dibuka di Brasil dan Karibia. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pemerintah Brasil guna mengatur rincian fasilitas penyimpanan di negara bagian Brasil, Roraima, yakni di perbatasan dengan Venezuela.

Pihaknya juga mengungkapkan bantuan bagi Venezuela sedang ditimbun di Miami untuk kemudian diterbangkan ke wilayah Belanda Curacao awal pekan ini. Namun, Maduro berkukuh menyebut operasi tersebut sebagai sebuah pertunjukan yang diatur AS.

Pada Jumat (15/2), Maduro pun memerintahkan militer untuk tetap waspada terhadap apa yang ia sebut sebagai rencana perang ‘Negeri Paman Sam’.

Penggeledahan
Sementara itu, Kongres Venezuela yang dijalankan oposisi menuding polisi melakukan penggeledahan secara tidak sah terhadap markas organisasi nonpemerintah (lembaga swadaya masyarakat/LSM) yang mendukung rencana mereka untuk membawa bantuan kemanusiaan ke negara tersebut.

Dalam penggeledahan itu, kata kongres, polisi menyita obat-obatan dan susu bayi. Guaido, yang kini diakui sebagai pemimpin yang sah Venezuela oleh lebih dari 40 negara, tengah menggalang bantuan asing guna mencukupi kekurangan makanan dan keperluan medis di tengah ambruknya ekonomi negara itu. Sebaliknya, Maduro yang kian terisolasi, membantah terjadinya krisis kemanusiaan di Venezuela. (BBC/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya