Negosiasi Dagang AS-Tiongkok di Beijing belum Signifikan

(AFP/Tes/I-1)
16/2/2019 05:00
Negosiasi Dagang AS-Tiongkok di Beijing belum Signifikan
((Photo by Andy Wong / POOL / AFP))

MENTERI Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin, mengungkapkan negosiasi perdagangan antara AS dan Tiongkok berjalan kondusif. Akan tetapi, perundingan yang berlangsung di Beijing, tidak menunjukkan perkembangan signifikan.

Sejumlah pejabat tinggi dari dua negara ekonomi terbesar dunia itu mengadakan pembicaraan selama dua hari di Beijing. Kedua pihak berharap upaya negosiasi dapat mencegah eskalasi perang tarif.

Dalam cicitannya di jejaring sosial Twitter, Mnuchin mengatakan dirinya dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, melakukan pertemuan produktif dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Tiongkok Liu He.

Negosiasi bilateral dinyatakan selesai Jumat dini hari waktu setempat. Perpisahan delegasi tidak disertai dengan pengumuman terkait dengan hasil negosiasi. Perhatian kemudian beralih pada jadwal pertemuan antara delegasi AS dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, pada Jumat malam.

Pasar pun terus mengawasi perkembangan negosiasi dua negara adidaya ekonomi itu, yang kemungkinan mempertahankan gencatan senjata untuk menghindari pemberlakuan tarif baru.

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan perpanjangan batas waktu gencata senjata perdagangan yang semula ditetapkan 1 Maret 2019. Dengan catatan, negosiasi di Beijing berjalan kondusif.

Penasihat ekonomi Trump, Larry Kudlow, menilai kesediaan Xi untuk menemui delegasi AS merupakan pertanda baik. Kendati demikian, Kudlow menekankan belum ada keputusan final dari Trump mengenai perpanjangan batas waktu gencatan senjata.

Sebelumnya, Trump berencana menggandakan tarif dua kali lipat pada komoditas Tiongkok senilai US$200 miliar. Namun, kedua pemimpin AS-Tiongkok sepakat melakukan gencatan senjata selama 60 hari, untuk memberikan lebih banyak ruang negosiasi.

Berbagai laporan, seperti dari Bloomberg dan Wall Street Journal, dengan mengutip beberapa sumber anonim, mengisyaratkan negosiasi di Tiongkok mengalami sedikit kemajuan, khususnya terhadap permintaan AS.

Ekspektasi tercapainya kesepakatan perdagangan semakin meningkat di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Pasar yang terdampak pun mengguncang pemerintahan Trump.

Banyak pengamat Tiongkok memandang penguasa Partai Komunis tidak akan membuat perubahan signifikan pada kebijakan industri yang menyokong perekonomian domestik.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya