Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMPURAN sengit di benteng terakhir kelompok militan Negara Islam (IS) di wilayah timur Suriah memasuki hari kelima. Sejumlah keluarga terpaksa melarikan diri demi menghindari pertempuran antara jihadis dan pasukan pimpinan Kurdi.
Ratusan orang terpantau melarikan diri dari Baghouz, wilayah dekat kantong para militan IS yang berusaha mempertahankan benteng terakhir mereka. Asap hitam mengepul di atas wilayah kota terpencil tersebut. Seperti diketahui, IS menyatakan kekhalifahan lintas perbatasan Suriah dan Irak pada 2014 lalu.
Akan tetapi, berbagai serangan militer mampu memecah belah wilayah kekuasaan mereka di perbatasan Irak dan kini menyusut menjadi kurang dari empat kilometer persegi. Setelah jeda lebih dari sepekan untuk memberikan izin kepada warga sipil untuk meninggalkan daerah tersebut, Pasukan Demokrat Suriah (SDF) mengeluarkan seruan terakhir untuk merebut kembali wilayah itu dari IS.
Aksi penyerbuan dibantu serangan pesawat tempur dan artileri koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Juru bicara SDF, Mustefa Bali, mengatakan sekitar 600 warga sipil melarikan diri dari zona pertempuran sepanjang malam.
Sementara itu, pemantau hak asasi manusia (HAM) Suriah yang berbasis di Inggris menyebut 350 orang berhasil keluar dari wilayah tersebut. Di lokasi pertempuran, SDF telah membangun sepasang tanggul pasir di dataran tinggi yang menghadap ke Baghouz.
Kemarin, saat tembakan berkecamuk, tiba-tiba di kejauhan muncul sejumlah titik hitam yang melintasi reruntuhan kota. Awalnya, SDF memperhatikan keberadaan benda mencurigakan tersebut dengan hati-hati.
Akan tetapi, ketika kelompok yang terdiri atas 25 orang itu semakin dekat, anggota kelompok sukarelawan Burma Rangers bergegas menuruni bukit untuk menemui mereka dan menemukan tidak ada lembaga swadaya masyarakat dan badan PBB di lokasi tersebut.
Sebanyak enam orang di antara kelompok itu terdiri dari pria dewasa dan sisanya perempuan serta anak-anak kecil yang berusaha keluar dari Baghouz. Sebagian penduduk yang melarikan diri itu mengaku berkewarganegaraan Ukraina, Rusia, dan Suriah. Seorang perempuan dari Crimea, Umm Khaled, terpaksa menyobek-nyobek sepotong roti untuk memberi makan tiga anaknya yang lapar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved