Presiden Haiti Diam Saksikan Kekacauan

(AFP/Yan/I-2)
13/2/2019 07:40
Presiden Haiti Diam Saksikan Kekacauan
( (Photo by HECTOR RETAMAL / AFP))

SUARA tembakan sporadis bergema di jalan-jalan utama Port-au-Prince pada Senin (11/2) saat pemerintah tetap membisu menghadapi protes yang telah melumpuhkan ibu kota Haiti serta memicu meningkatnya kekerasan.

Jalan-jalan yang biasanya macet kini sebagian besar kosong karena sekolah, toko, dan kantor ditutup. Penutupan tersebut dipicu ketakutan akan terjadinya kekerasan. Sejauh ini, kekerasan telah menewaskan beberapa orang dan suasana ketidakpastian kini menggantung saat Presiden Jovenel Moise hanya bisa diam menyaksikan hal itu.

Sejumlah barikade terlihat mulai dipasang di beberapa wilayah ibu kota dan kota-kota lain ketika para demonstran turun ke jalan. Mereka menuntut presiden untuk mundur karena salah urus dan kemungkinan terlibta penggelapan dana pembangunan di negara Karibia yang miskin tersebut.

Setelah awal yang tenang tapi pada hari itu mulai menegangkan, ratusan pemuda dari wilayah yang lebih miskin di ibu kota berbaris menuju Petionville, lingkungan terkaya di Port-au-Prince. Mereka melemparkan batu ke rumah-rumah mewah hingga akhirnya polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk memecah pawai mereka.

Polisi juga menggagalkan upaya menyerang bank selama demonstrasi dan menyeret beberapa tersangka yang berlumuran darah dan melakukan lima penangkapan. Sejak oposisi mengorganisasi upaya demonstrasi yang kian luas pekan lalu guna menandai dua tahun masa kepresidenan Moise, protes yang lebih kecil dan lebih spontan bermunculan di pusat-pusat kota utama.

Di beberapa tempat, para pemuda telah mendirikan barikade dan memalak para pejalan kaki. Tidak hanya itu, massa juga membakar kendaraan dan toko-toko dirusak lalu dijarah. Kondisi itu menciptakan iklim ketakutan dan intimidasi selain protes oleh oposisi.

Dengan maksud mengambil keuntungan dari kekacauan ini, sejumlah upaya penjarahan terjadi pada Senin. Para pedagang pun marah kepada sang presiden. "Apa yang terjadi hari ini ialah karena Moise. Mereka (massa) lapar," kata Joseph yang stok ikannya habis karena dijarah.

"Dengan menjual apa yang mereka ambil dari saya, semoga bisa sedikit meringankan beban keluarga mereka," imbuhnya. Joseph mengakui negaranya saat ini sedang tidak memiliki figur seorang pemimpin yang baik.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya