Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH truk yang membawa bantuan kemanusiaan tiba di wilayah perbatasan Venezuela-Kolombia pada Kamis waktu setempat. Bantuan tersebut dibutuhkan penduduk Venezuela yang dilanda krisis berkepanjangan.
Amerika Serikat (AS) beserta negara-negara Amerika Latin dan Uni Eropa, mendesak pemimpin sosialis Nicolas Maduro segera mengadakan pemilihan presiden baru. Dalam pertemuan internasional Grup Kontak di Montevideo, Uruguay, sejumlah negara berkomitmen mencari jalan keluar bagi krisis Venezuela dengan mengusung aspek damai dan demokratis. Apalagi terjadi perebutan kekuasaan antara Maduro dan saingannya dari kubu oposisi, Juan Guaido.
Baca juga: Putri Kerajaan Ikut Ramaikan Pemilihan PM Thailand
Pertemuan internasional bertepatan dengan kedatangan truk bantuan kemanusiaan di wilayah perbatasan Kolombia dengan Venezuela. Bantuan pertama itu berasal dari AS. Konvoi truk yang berangkat dari Bucaramanga, kota di wilayah timur Kolombia, mendapat sambutan hangat dari kelompok imigran.
Guaido, pemimpin Majelis Nasional berusia 35 tahun, menjadi sorotan internasional setelah mendeklarasikan dirinya sebagai presiden interim pada Januari lalu. Klaim yang menyulut ketegangan dengan Maduro. Kedua belah pihak saat ini saling melemparkan serangan melalui aksi unjuk rasa. Guaido mendesak Maduro mundur dari kekuasannnya, karena menjadi dalang keruntuhan ekonomi Venezuela. Pemimpin muda itu ingin membentuk pemerintahan transisi dan mengadakan pemilihan presiden baru.
Sejumlah imigran asal Venezuela berkumpul di Cucuta, Kolombia, berharap mendapat bantuan dari truk yang terparkir di wilayah perbatasan. Bantuan tersebut rencananya akan ditimbun di beberapa gudang terdekat. Dengan lirih, Yajaira Gonzalez, memohon kepada Maduro agar membiarkan bantuan makanan dan obat-obatan masuk ke negaranya. "Tuan Presiden kami sungguh menderita," ujar perempuan berusia 64 tahun, seakan sedang bertemu dengan Maduro. Gonzalez mengungkapkan dirinya semula merupakan Chavista, sebutan bagi pendukung Hugo Chavez, pendahulu Maduro. Namun, sekarang tidak lagi.
Dajelys Lopez berusaha mencapai wilayah perbatasan bersama bayinya yang dibawa dengan kereta dorong. Dia berharap mendapat pasokan makanan maupun obat-obatan di wilayah perbatasan, sesuatu yang tidak bisa ditemukan di Venezuela. "Baru saja seorang teman meninggal akibat kejang. Sulit bertahan hidup karena tidak ada obat-obatan," tutur Lopez.
Di ibu kota Uruguay, forum internasional yang digelar pertama kali untuk menangani krisis Venezuela, menekankan solusi damai untuk menghindari kekacauan di tengah masyarakat Venezuela. Setelah lima jam berunding, Grup Kontak mengumumkan segera mengirim misi teknis ke Venezuela untuk memantapkan jaminan yang diperlukan dalam proses pemilihan presiden baru. Berikut, aliran bantuan kemanusiaan.
Puluhan pendukung Maduro memprotes intervensi AS di negara mereka. Utusan AS untuk Venezuela, Elliot Adams, mengkritik Grup Kontak dan mendesak negara partisipan menghalangi pemerintahan Maduro, dan hanya berurusan dengan pemerintahan sah di bawah kepemimpinan Guaido. Menteri Luar Negeri Brasil, Ernesto Araujo, menggambarkan seruan Grup Kontak terhadap pemilihan presiden tidak terlalu berdampak, sekaligus mengklaim adanya ketidakadilan.
Baca juga: Medali Olimpiade Tokyo 2020 Berbahan Logam Daur Ulang
Guaido meraih dukungan sebagai presiden interim dari lebih 40 negara, termasuk AS. Dia meminta militer Venezuela untuk berpihak kepadanya dan meninggalkan kepemimpinan Maduro yang penuh kediktaktoran. Sementara itu, Maduro yang mendapat dukungan dari Rusia, Tiongkok, Kuba, Turki dan Iran, menolak seluruh pengiriman bantuan kemanusiaan dengan dalih membuka jalur bagi invasi militer AS. Dia berulang kali menuduh AS berencana melakukan kudeta.
Juru bicara Kementerian Luar Neger Rusia, Maria Zakharova, juga menuding AS telah melanggar piagam PBB karena menggunakan kekuatannya untuk mengancam Maduro. Dia menggambarkan pengirman bantuan kemanusiaan ke Venezuela seperti puncak sinisme. "Di satu sisi, terdapat sanksi yang dijatuhkan untuk menghalangi ekonomi Venezuela. Tapi, bantuan kemanusiaan malah diusulkan," pungkas Zakharova.(AFP/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved