Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI bawah sinar lampu merah yang hangat, 2.000 bayi flamingo mendapat perawatan khusus. Ribuan bayi flamingo dibawa ke pusat penyelamatan di Cape Town, Afrika Selatan, setelah ditinggalkan induk mereka ketika air bendungan semakin mengering.
Sebuah sarana angkutan udara khusus disiapkan untuk menyelamatkan ribuan bayi flamingo. Kekeringan yang melanda Afrika Selatan telah mengancam ekosistem spesies burung tersebut. Reservoir yang menampung salah satu populasi flamingo terbesar di Afrika Selatan mulai tidak kondusif.
Manajer rehabilitasi di Yayasan Afrika Selatan untuk Konservasi Burung-Burung Pesisir Cape Town (SANCCOB), Nicky Stander, mengatakan pihaknya segera mengambil tindakan ketika mendengar berita penelantaran ribuan bayi flamingo pada bulan lalu.
"Tugas kami untuk merehabilitasi. Tujuannya ialah melepaskan kembali ke alam liar. Kami memiliki fasilitas yang sangat besar sehingga dapat berkontribusi pada penyelamatan ribuan flamingo," papar Stander.
"Mereka akan tumbuh. Kami harus menyesuaikan metode penampungan, sekaligus memastikan mereka mempunyai ruang berlari yang bebas untuk melatih kaki mereka," imbuhnya.
Afrika Selatan saat ini menghadapi musim kemarau panjang yang parah. Pemerintah akan mengumumkan 'hari nol' ketika tingkat bendungan menjadi sangat rendah. Otoritas berwenang akan mematikan aliran keran di Cape Town. Warga pun harus mengambil air di titik penampungan air publik.
Gagasan apokaliptik tersebut memicu aksi penimbunan air dan kepanikan massal. Di lain sisi, warga harus mengurangi penggunaan air dengan drastis. Namun, tetap saja dampak kekeringan masih terasa.
Relokasi 2.000 bayi flamingo dari Bendungan Kamfers di Northern Cape ke sejumlah lokasi, termasuk Cape Town, menarik perhatian publik di Afrika Selatan. Sejumlah pakar konservasi mempertanyakan keputusan intervensi tersebut.
"Ribuan anak burung yang menawan itu sepertinya dibiarkan telantar dan mati oleh induknya setelah air bendungan kian mengering," ujar CEO BirdLife Afrika Selatan, Mark Anderson.
"Akan tetapi, apakah keputusan untuk memindahkan bayi burung dan telur yang ditinggalkan sudah benar? Siapa yang membuat keputusan tersebut? Di bawah otoritas apa dan terkait keahlian apa," tukasnya.
Di SANCCOB, sukarelawan Leslie Ernst mengatakan seluruh tim bertekad melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan ribuan bayi flamingo. "Perasaan mereka sungguh halus. Setiap kali saya tidur, saya masih merasakannya kehangatannya. Saya pikir kita semua menjadi keibuan saat merawat mereka semua," tuturnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved