Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN internasional yang membahas solusi untuk mengatasi krisis di Venezuela dimulai kemarin, di Montevideo, Uruguay. Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan pemimpin oposisi Juan Guaido hingga kini masih berselisih mengenai pemberian bantuan kemanusiaan ke negara mereka.
Perwakilan negara-negara Uni Eropa dan lima negara Amerika Latin dijadwalkan bertemu di Uruguay. Sumber diplomatik Eropa menyebutkan pertemuan tersebut bertujuan untuk menciptakan proses politik yang damai.
Insiatif yang semula digaungkan Meksiko dan Uruguay sebagai konferensi 'negara netral' atas Venezuela, kemudian berkembang menjadi pertemuan 'Grup Kontak' sebagaimana diluncurkan Uni Eropa pada akhir Januari 2019. Negara lainnya seperti Kosta Rika, Bolivia, dan Ekuador pun ikut bergabung.
Seperti diketahui, setelah menolak ultimatum dari Uni Eropa terkait penyelenggaraan pemilihan presiden baru, Maduro menyatakan dukungan terhadap inisiatif untuk memfasilitasi dialog tersebut. Akan tetapi, Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim Venezuela dan diakui oleh 40 negara menolak melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Maduro. Dia memandang hal itu merupakan cara Maduro untuk mengulur waktu.
Pada hari yang sama, Guaido memperingatkan militer Venezuela yang memblokade akses jembatan di wilayah perbatasan. Tindakan pemblokiran itu telah memicu protes dari Amerika Serikat (AS) yang menyerukan agar segera dilakukan pembukaan jalur bantuan kemanusiaan bagi penduduk Venezuela.
Menurut Menteri Luar AS Mike Pompeo, militer Venezuela sengaja memblokade akses penyaluran bantuan di bawah instruksi Maduro. Sebagai informasi, Washington diketahui menjanjikan bantuan US$20 juta dan Kanada sebesar US$40 juta.
Sebaliknya, Maduro yang mendapat dukungan dari Rusia, Tiongkok, Turki, Kuba, dan Iran menolak semua pengiriman bantuan kemanusiaan ke Venezuela. Dia memandang langkah tersebut berpotensi membuka jalan untuk invasi militer AS. Maduro kerap menuding AS berupaya melakukan kudeta.
Titik temu
Di tengah ketegangan politik di Venezuela, para peserta pertemuan internasional di Uruguay bermaksud mencari titik temu antara Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan pemimpin negara lainnya.
"Ini memang tidak mudah," ujar seorang sumber, yang delegasinya dipimpin Kepala Diplomasi Uni Eropa, Frederica Mogherini. Bahkan di sekitar meja negosiasi pun pandangan tampak terbelah.
Pada Rabu (6/2), menjelang pertemuan internasional, Uruguay dan Meksiko yang tidak mengakui Guaido mengusulkan dialog tanpa prasyarat.
"Jika menuntut pemilihan saat ini, kami memaksakan situasi yang membuat dialog menjadi sulit," kata Menteri Luar Negeri Uruguay Rodolfo Nin Novoa dalam pernyataan bersama kedua negara.
Meksiko setuju menghadiri pertemuan tersebut, tetapi tidak ingin bergabung dalam Grup Kontak.
Di sisi lain, Eropa, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Swedia merupakan bagian dari 21 negara Uni Eropa yang secara resmi mendukung Guaido. Namun, Italia sampai saat ini belum mau memutuskan sikap mereka.
Hingga kini, Guaido, 35, pemimpin Majelis Nasional, terus meningkatkan tekanan kepada rezim Maduro melalui serangkaian aksi protes dan demonstrasi yang dijadwalkan pada 12 Februari. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved