Kanada Buka Pintu untuk Ratusan Pengungsi Libia

(AFP/Tes/I-2)
08/2/2019 04:20
Kanada Buka Pintu untuk Ratusan Pengungsi Libia
(ist)

 

Menurut catatan PBB, jumlah imigran yang bepergian melalui Libia dengan tujuan Eropa meningkat pesat hingga 10 kali lipat sejak jatuhnya rezim Moammar Khaddafi pada 2011 silam.

Nasib para pengungsi mendapat sorotan dramatis dari kalangan internasional pada 2017. Hal itu disebabkan banyak kapal yang ditumpangi para pengungsi karam di lautan Mediterania dan munculnya laporan yang menunjukkan pasar perbudakan di Libia.

"Pada 2017, seluruh dunia terkejut ketika melihat gambar-gambar mengerikan. Banyak orang dijual sebagai budak di Libia. Kanada merupakan salah satu negara yang bekerja sama dengan UNHCR untuk menampung para pengungsi langsung dari Libia. Kami menawarkan mereka rumah baru di Kanada," kata Hussen, yang juga bekas pengungsi dari Somalia.

Selain itu, lanjutnya, Kanada mengambil tindakan untuk menampung 100 pengungsi asal Nigeria. Mereka diselamatkan dari pusat penahanan imigran Libia, termasuk korban perdagangan manusia.

"Beberapa pengungsi sudah mulai tiba di Kanada," jelas Hussen, Laporan PBB pada 2017 yang ditujukan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB menegaskan krisis politik menyebabkan masifnya perdagangan manusia di Libia.

Apalagi, pemerintah dan pasukan pemberontak turut memberikan fasilitas. "Warga Kanada selalu menyambut pendatang baru. Kedermawanan itu memberikan perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari upaya penyiksaan, teror, dan konflik perang," pungkasnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya