Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA remaja laki-laki mengayunkan palu godam untuk merobohkan sisa-sisa tembok rumah. Remaja lainnya mengangkut potongan-potongan kayu melewati puing berserakan di depan sebuah rumah, yang dulunya kediaman Qais Diab Al-Sharina.
Seminggu lalu, Al-Sharina dan anak-anaknya kembali ke rumah mereka sebelumnya di Kota Hajin, di Sungai Efrat, Suriah timur. Sebuah koalisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS), tentara Kurdi, dan suku Arab membebaskan Hajin dari kelompok militan Negara Islam (Islamic State/IS) pada Desember.
Saat perang berkecamuk, hampir setiap bangunan di Kota Hajin rusak dan hancur. "Hidup sulit di bawah kendali IS," kata Al-Sharina, pria berusia 40 tahun. "Sekarang juga masih sulit karena kehancuran ini," imbuhnya.
Dinding belakang rumahnya telah hancur total dan bagian depannya dipenuhi lubang bekas peluru. Semua jendela di rumahnya juga hancur.
Sebelum IS datang, Al-Sharina mencari nafkah dengan berdagang ternak di sudut Kota Suriah yang hijau dan terpencil tersebut. Dia dan keluarganya kemudian melarikan diri setelah IS masuk ke kota itu pada 2014.
Hal yang terjadi selanjutnya adalah, selama bertahun-tahun pindah dari satu kamp ke tempat pengungsian lainnya, dari rumah satu kerabat ke kerabat lainnya.
Anak-anaknya praktis tidak bisa sekolah selama tujuh tahun. Sekarang mereka ikut membantu membersihkan puing-puing dan memperbaiki kerusakan agar rumah keluarga dapat dihuni kembali.
"Ini tidak akan mudah. Tidak ada makanan di sini dan tidak ada air bersih," katanya sambil mengangkat bahu. Putranya yang berusia 7 tahun, Mohammed, terlalu muda untuk membantu.
Dia pun mencoba menghibur dirinya sendiri dengan mendorong ban mobil cadangan di sekitar halaman. Mimpi buruk Suriah hanya setahun lebih tua darinya.
Ketika perang melawan IS mereda, warga sipil yang kembali ke rumah mereka di Irak dan Suriah menemukan kondisi yang kritis. Sejauh mata memandang, hanya ada pemandangan kota berupa logam bengkok, beton yang hancur, bom, dan ranjau yang tidak meledak.
Bundaran utama Hajin telah menjadi lubang yang dalam karena dihantam bom koalisi. Di ujung jalan, satu-satunya rumah sakit di kota itu, kosong melompong. Kerangka bangunannya dipenuhi peluru dan cangkang.
Tidak ada aliran listrik, tidak ada air mengalir, tidak ada sekolah, dan tidak ada layanan publik. Namun, orang-orang ingin kembali. Truk-truk yang bertumpuk tinggi dengan barang-barang rumah tangga dari kasur hingga treadmill sedang masuk ke kota setelah sebelumnya menunjukkan identitas di sebuah pos pemeriksaan yang diawaki tentara koalisi.
Di sana, IS mungkin telah diusir sebulan lalu, tetapi ancaman sel tidur masih sangat nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved