Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan (Menhan) Rymizard Ryacudu melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, Rabu (6/2). Pada kunjungan dalam rangka memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Rusia ini, Menhan melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Rusia Sergei Shoigu di Gedung Kementerian Pertahanan Rusia.
Menhan menegaskan, polemik ‘Propaganda Ala Rusia’ yang dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini, tidak berdampak apa-apa terhadap hubungan baik kedua negara. “Hal itu biasa dalam politik. Tapi, jangan sampai menjadi tajam. Saya datang ke sini biasa saja,” tegasnya.
Rusia selama ini telah menjadi negara partner diplomatik Indonesa dalam berbagai bidang, baik dalam pengadaan Alutsista, peningkatan kapasitas dan kapabilitas personel militer Indonesia, maupun dukungan Rusia atas upaya Indonesia dalam berperan serta menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.
Selaras dengan konsep diplomasi pertahanan yang diusung oleh Kementerian Pertahanan RI, Menhan yakin, Indonesia dan Rusia memiliki pengaruh dan kapabilitas yang besar dalam peran menjaga stabilitas keamanan kawasan, yang selanjutnya berdampak pada perdamaian dan ketertiban dunia. Hal mendasar lainnya dari komponen diplomasi pertahanan Indonesia adalah mengedepankan konsep strategi pertahanan ‘tanpa memiliki musuh dari negara manapun.’
Kunjungan kali ini pun sebagai bukti komitmen Indonesia dalam membangun persahabatan dan keterhubungan dengan semua negara. Termasuk di dalamnya Rusia yang mana merupakan salah satu dari empat negara poros diplomasi pertahanan Indonesia selain Amerika, China dan ASEAN.
“Ada empot poros diplomasi pertahanan yang saya lakukan. Poros satu Rusia, Kedua Cina, Ketiga Amerika, dan yang keempat adalah Asean. Itu poros utama kita. Kita harus baik kepada semuanya, agar tidak memiliki musuh. Semuanya kawan. Musuh kita hanya satu, yaitu teroris. Sedangkan ancaman bagi kita adalah Bencana alam, terangnya.
Guna meningkatkan kemitraan strategis dengan Rusia, Menhan akan mengupayakan peningkatan kerjasama di berbagai bidang , baik yang tengah berlangsung, maupun yang akan dilakukan seperti Sharing informasi, latihan bersama, kunjungan antar pejabat, serta peningkatan dialog keamanan tahunan antar kedua negara.
Mengenai proses pembelian pesawat tempur Sukhoi SU-35, Menhan mengatakan seluruh proses di kedua Kemenhan telah selesai sepenuhnya. Namun, proses imbal dagang antara Kementerian Perdagangan yang masih belum selesai.
“Proses di Kemenhan sudah selesai. Baik Kemenhan Indonesia maupun Kemenhan Rusia. Yang belum adalah Kementerian Perdagangan, mengenai masalah imbal dagang. Pembayaranya 50 persen menggunakan cash, dan 50 persen ditukar dengan ekspor produk ke Rusia. Itu yang belum selesai,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menhan Rusia juga menyampaikan undangan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengikuti beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di Rusia. Di antaranya Konferensi Keamanan Internasional, Army Forum, Army Games, dan Parade Angkatan Laut. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved