Atasi Krisis Venezuela, Sejumlah Negara Ikut Pertemuan di Uruguay

Tesa Oktiana Surbakti
07/2/2019 17:53
Atasi Krisis Venezuela, Sejumlah Negara Ikut Pertemuan di Uruguay
( (Photo by Juan BARRETO / AFP))

PERTEMUAN internasional yang merundingkan solusi terhadap krisis Venezuela dimulai Kamis (7/2) ini, berlokasi di Montevideo, Uruguay. Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan pemimpin oposisi Juan Guaido, masih berselisih mengenai pemberian bantuan kemanusiaan ke negara mereka.

Perwakilan negara-negara Uni Eropa dan lima negara Amerika Latin, dijadwalkan bertemu di Uruguay. Sumber diplomatik Eropa menyebut pertemuan bertujuan mencipatakan proses politik yang damai. Insiatif yang semula digaungkan Meksiko dan Uruguay sebagai konferensi "negara netral" atas Venezuela, kemudian berkembang menjadi pertemuan "Grup Kontak", sebagaimana diluncurkan Uni Eropa pada akhir Januari. Negara lain seperti Kosta Rika, Bolivia dan EKuador, pun ikut bergabung.

Baca juga: Polisi: Belum Ada Bukti Keterlibatan WNI di Teror Bom Filipina

Setelah menolak ultimatum dari Uni Eropa terkait penyelenggaraan pemilihan presiden baru, Maduro menyatakan dukungan terhadap inisitif untuk memfasilitasi dialog. Akan tetapi, Guaido yang mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin interim Venezuela dan diakui oleh 40 negara, menolak pembicaraan dengan pemerintah Maduro. Guaido memandang hal tersebut merupakan cara Maduro untuk mengulur waktu.

Pada hari yang sama, Guaido memperingatkan militer Venezuela yang memblokir akses jembatan di wilayah perbatasan. Tindakan tersebut memicu protes dari AS yang menyerukan pembukaan jalur bantuan kemanusiaan bagi penduduk Venezuela.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, menekankan militer Venezuela sengaja memblokir akses penyaluran bantuan, di bawah instuksi Maduro. Washington diketahui menjanjikan bantuan sebesar US$ 20 juta, sedangkan Kanada menjanjikan US$ 40 juta.

Maduro yang mendapat dukungan dari Rusia, Tiongkok, Turki, Kuba dan Iran, menolak semua pengiriman bantuan kemanusiaan ke Venezuela. Dia memandang langkah tersebut berpotensi membuka jalan untuk invasi militer AS. Maduro kerap menuding AS berupaya melakukan kudeta.

Di tengah ketegangan, para peserta pertemuan internasional di Uruguay, bermaksud mencari titik temu antara Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pemimpin negara lainnya. "Ini memang tidak mudah," ujar seorang sumber, yang delegasinya dipimpin Kepala Diplomasi Uni Eropa, Frederica Mogherini. Bahkan di sekitar meja negosiasi pun pandangan tampak terbagi.

Pada Rabu kemarin, menjelang pertemuan internasional, Uruguay dan Meksiko yang tidak mengakui Guaido, mengusulkan dialog tanpa prasyarat. "Jika kami menuntut pemilihan saat ini, kami memaksakan situasi yang membuat dialog menjadi sulit," ujar Menteri Luar Negeri Uruguay Rodolfo Nin Novoa, dalam pernyataan bersama kedua negara.

Baca juga: Terancam Kekeringan, Ribuan Bayi Flamingo Dipindahkan

Sementara itu, Eropa, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, Portugal, Spanyol dan Swedia, merupakan sekian dari 21 negara Uni Eropa yang secara resmi mendukung Guaido. Di lain sisi, Italia belum mau memutuskan. Meksiko setuju menghadiri pertemuan tersebut, namun tidak ingin bergabung dalam Grup Kontak. Sumber diplomatik Uni Eropa mengatakan pertemuan akan menyepakati "metode kerja".

Guaido, pemimpin Majelis Nasional berusia 35 tahun, terus meningkatkan tekanan pada rezim Maduro, melalui serangkaian aksi protes. Selanjutnya, demonstrasi dijadwalkan pada 12 Februari.(AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya