Kanada Siap Menampung 750 Budak dari Libya

Tesa Oktiana Surbakti
07/2/2019 14:36
Kanada Siap Menampung 750 Budak dari Libya
(Ist)

KANADA siap menerima sekitar 750 pengungsi dari Libya yang sebelumnya menjadi budak. Hal itu diungkapkan Menteri Imigrasi Kanada Ahmed Hussen.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan jumlah imigran yang bepergian melalui Libya dengan tujuan Eropa meningkat sepuluh kali lipat sejak jatuhnya Moamer Kadhafi pada 2011.

Nasib para pengungsi mendapat sorotan dramatis pada 2017. Banyak kapal karam di Mediterania, berikut munculnya laporan yang menunjukkan pasar perbudakan Libya.

Baca juga: Trump Calonkan Wakil Menkeu Sebagai Presiden Bank Dunia

"Pada 2017, seluruh dunia terkejut melihat gambar mengerikan. Banyak orang dijual sebagai budak di Libya," kata Hussen melalui keterangan resmi.

"Kadana merupakan salah satu dari sedikit negara yang bekerja sama dengan UNHCR, untuk menampung para pengungsi langsung dari Libya. Kami menawarkan mereka rumah baru di Kanada," imbuh Hussen, yang juga mantan pengungsi dari Somalia.

Selain itu, lanjut dia, Kanada mengambil tindakan untuk menampung 100 pengungsi asal Nigeria. Mereka diselamatkan dari pusat penahanan imigran Libya, termasuk korban perdagangan manusia. "Beberapa pengungsi sudah mulai tiba di Kanada," jelas Hussen,

Laporan PBB pada 2017 yang ditujukan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB, menegaskan krisis politik menyebabkan masifnya perdagangan manusia di Libya. Apalagi, pemerintah dan pasukan pemberontak ikut memfasilitasi.

"Warga Kanada selalu menyambut pendatang baru. Kedermawanan itu memberikan perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari penyiksaan, teror dan konflik perang," pungkasnya. (AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya