Pulang Kampung Merayakan Tahun Babi

AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-2
06/2/2019 06:20
Pulang Kampung Merayakan Tahun Babi
(AFP)

KOMUNITAS Tiongkok di seluruh dunia menyambut Tahun Baru Imlek (Tahun Babi), kemarin, dengan doa, pesta keluarga, dan belanja.

Di daratan Tiongkok, kemeriahan menyambut Imlek sudah terlihat dalam sepekan terakhir. Diperkirakan, ratusan juta orang berdesakan dan berjubel di dalam kereta, bus, mobil, dan pesawat terbang untuk bisa pulang ke kampung mereka merayakan hari yang sakral itu.

Di saat seperti itulah berlangsung migrasi tahunan terbesar di dunia. Dahsyat, ritual tersebut mengosongkan kota-kota besar di ‘Negeri Tirai Bambu’.

Tapi, perayaan Imlek tidak hanya di Tiongkok. Seluruh dunia, mulai dari komunitas Tiongkok yang telah menetap berabad-abad di Asia Tenggara hingga Chinatown yang baru didirikan di Sydney, London, Vancouver, dan Los Angeles turut bergembira merayakannya.

Liburan paling penting di kalender Tiongkok itu menandai Tahun Baru selama dua pekan perayaan. Di momen tersebut, keluarga yang berkumpul kembali, membungkus pangsit bersama dan bertukar kado dan amplop merah yang diisi uang.

Tahun Baru Imlek kali ini ialah Tahun Babi. Menurut kebudayaan Tiongkok, babi  melambangkan keberuntungan dan kekayaan. Karena itu, dalam liburan Imlek tahun ini, mereka membawa banyak barang dagangan, salam, dan dekorasi bernuansa babi.

Sementara itu, menurut media pemerintah Tiongkok, selama Festival Musim Semi atau periode 40 hari yang dikenal sebagai ‘Chunyun’, warga Tiongkok akan mudik dan membukukan sekitar tiga miliar perjalanan.

Jalanan yang biasanya ramai di Beijing, mulai sepi sejak Senin (4/2). Toko dan restoran pun tutup hingga pekan depan.
Bagi sebagian warga Tiongkok, selama sepekan ini, banyak yang memilih bepergian ke luar negeri, seperti memesan perjalanan keluarga ke Thailand, Jepang, dan tujuan wisata lainnya.

Menurut data yang dirilis Kantor Berita Xinhua dengan mengutip angka dari agen perjalanan China Ctrip, diperkirakan tujuh juta turis Tiongkok melancong ke luar negeri selama Festival Musim Semi 2019.

Di lain hal, para peneliti juga kreatif  melacak asal-usul hewan dalam zodiak. Menurut para arkeolog Tiongkok, Tiongkok merupakan salah satu tempat paling awal di dunia yang memelihara babi, yakni sekitar 9.000 tahun lalu atau saat kerajaan Turki kuno memulai praktik domestikasi serupa.

Hal itu didasarkan pada penelitian terhadap tulang babi yang digali di Jiahu, Provinsi Henan.  Lain halnya yang terjadi di Hong Kong. Kemeriahan Imlek di sana terlihat di pasar bunga yang dipenuhi warga saat memilih anggrek, mandarin, dan bunga persik untuk menghiasi rumah mereka.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya