Israel Tahan 13 Warga Palestina dari Tepi Barat

Ant/I-2
06/2/2019 06:10
Israel Tahan 13 Warga Palestina dari Tepi Barat
(AFP)

PASUKAN Israel pada Senin (4/2) menahan sedikitnya 13 warga Palestina. Menurut sejumlah sumber, mereka ditangkap dalam beberapa serangan yang dilakukan di Tepi Barat Sungai Jordan.

Beberapa sumber lokal mengatakan kendaraan militer Israel menyerbu Kota Jenin di bagian utara Tepi Barat, tempat tentara menahan tiga orang Palestina, termasuk seorang mantan tahanan.

Kantor Berita Palestina, WAFA yang dipantau Kantor Berita Antara di Jakarta, kemarin, meng­ungkapkan tentara juga menahan dua warga Palestina setelah menyerbu rumah keluarga mereka di kamp pengungsi Jenin.

Selain itu, pasukan Israel juga menahan tiga orang Palestina di Kabupaten Tulkarem, bagian utara Tepi Barat. Di lain hal, Cabang Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), yang berpusat di Tulkare, mengatakan satuan militer Israel telah menahan seorang warga Palestina dari Desa Nazlet Issa, bagian utara Tulkarem.

PPS mengonfirmasi dua lainnya juga ditangkap saat penyerbuan militer Israel di permukiman Irtah dan Iktaba di Kota Tulkarem. Di Kabupaten Al-Quds (Jerusalem), pasukan Israel menahan dua pelajar Palestina yang berusia 15 tahun selama penyerbuan di Kota Kecil Abu Dis, bagian tenggara Al-Quds.

Yasmin Al-Khatib, seorang pegiat lokal, mengatakan tentara mengepung Kampus Universitas Al-Quds, memburu dan me­nembakkan gas air mata ke arah pelajar yang dalam perjalanan ke sekolah setempat.

Secara terpisah, polisi militer Israel menangkap satu orang Palestina di luar Gerbang Singa, yang juga dikenal dengan nama Bab Al-Asbat, di Kota Tua Al-Quds. Koresponden Kantor Berita WAFA melaporkan beberapa saksi mata mengatakan polisi dengan kejam menyerang pemuda tersebut sebelum menahan dia.

Di Kabupaten Al-Khalil (Hebron), pasukan keamanan dan petugas lokal mengatakan kendaraan militer Israel menyerbu Kota Al-Khalil, tempat tentara menahan dua orang Palestina, termasuk seorang mantan tahanan.

Menurut warga, pasukan Israel sering kali menyerbu rumah ­orang Palestina, bahkan hampir setiap hari di seluruh Tepi Barat dengan dalih ‘mencari orang Palestina yang dicari’ sehingga memicu bentrokan dengan warga Palestina.

Di lain hal, pada Minggu (3/2) malam, pemerintah Israel memutuskan untuk melarang tujuh perempuan Palestina warga Al-Quds masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha selama dua pekan.

Khaled Zabarqa, seorang penga­cara, mengatakan polisi militer Israel menahan enam perempuan Palestina dan seorang perempuan muda saat mereka akan meninggalkan tempat bentrokan di Al-Quds.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya