Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HIRUK-PIKUK keributan di Venezuela untuk mewujudkan pemilihan cepat kian meningkat sejak Senin (4/2). Hal itu menebal ketika kekuatan Eropa mengakui pimpinan oposisi, Juan Guaido, sebagai pemimpin sementara Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro menolak ultimatum untuk menggelar pemungutan suara lebih awal.
Inggris, Prancis, dan Spanyol termasuk di antara 16 negara Uni Eropa (UE) yang memihak Guaido. Negara-negara tersebut mengikuti jejak kekuatan regional dan Amerika Serikat (AS) yang telah menyatakan menolak mengesampingkan intervensi militer di negara yang tengah dilanda krisis itu.
Di sisi lain, sekutu penting Maduro, yaitu Rusia, mengecam apa yang disebut mereka sebagai campur tangan atas sebuah negara berdaulat di negara Amerika Latin yang dikenal kaya minyak tersebut. Rusia mengatakan AS dan negara UE berupaya melegitimasi kekuasaan yang didapat dengan cara merampas.
Sebaliknya, Guaido melalui akun Twitter justru mengucapkan terima kasih kepada negara UE karena mendukung seluruh rakyat Venezuela dalam perjuangan mereka menyelamatkan demokrasi, kebebasan, dan keadilan.
Dia pun mengklaim legitimasinya sesuai dengan konstitusi. Tindakan pemimpin Majelis Nasional berusia 35 tahun itu sempat mengejutkan dunia ketika dia menyatakan diri sebagai presiden sementara pada 23 Januari lalu.
Hal itu membuat perselisihan dengan Maduro semakin dalam. Kedua orang tersebut kemudian memimpin demonstrasi jalanan secara besar-besaran yang bersaing di Kota Caracas pada Sabtu (2/2).
Guaido berusaha memaksa agar pemimpin sosialis meletakkan kekuasaan supaya bisa membentuk pemerintahan transisi dan mengadakan pemilihan presiden baru. Seperti diketahui, Maduro telah dicap sebagai diktator Barat dan negara-negara tetangga di Amerika Latin setelah keruntuhan ekonomi Venezuela.
Dukungan militer
Terlepas dari permintaan Guaido untuk mendukung oposisi, angkatan bersenjata yang merupakan kekuatan utama negara itu tetap menyatakan setia kepada Maduro. Namun, pemimpin oposisi telah menyatakan keyakinannya bahwa dia akan menang setelah seorang jenderal angkatan udara berpihak kepadanya pada Sabtu.
Guaido tidak kehabisan waktu untuk membangun dukungan internasional yang luas. Dengan pemerintahan alternatifnya, dia baru saja mengumumkan perundingan 14 Februari di Washington untuk menanggapi krisis kemanusiaan terbesar dalam sejarah modern.
Pemimpin oposisi itu bahkan mengatakan saat ini hingga 300 ribu orang berisiko meninggal karena kekurangan gizi dan penyakit setelah bertahun-tahun kekurangan makanan dan obat-obatan. AS dan negara-negara lain telah menjanjikan bantuan kemanusiaan untuk administrasi Guaido meskipun masih harus dilihat di mana dan bagaimana bantuan itu dapat masuk jika tanpa dukungan militer.
Anggota parlemen muda itu menuduh militer berencana mengalihkan bantuan yang ditimbun di Kolombia, Brasil, dan Pulau Karibia, kemudian bantuan tersebut didistribusikan melalui program makanan bersubsidi pemerintah sosialis untuk para pendukungnya. Untuk itu, Guaido mengetuk nurani militer supaya memperbolehkan bantuan asing menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Namun, hingga kini, masih belum jelas bagaimana Guaido dapat mendanai dan mengoperasikan pemerintahan karena Maduro menolak untuk mengalah. Guaido malah menuduh Maduro berusaha secara ilegal mentransfer dana hingga US$1,2 miliar dari kas umum ke rekening bank di Uruguay. Dia mendesak pemerintah Montevideo agar tidak membiarkan diri mereka dicuri. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved