Perang Yaman Mengantar Mereka Pulang

MI/Andhika Prasetyo/ X-3
06/4/2015 00:00
Perang Yaman Mengantar Mereka Pulang
(MI/PANCA SYURKANI)
MIFTAHUR Rohim duduk di bagian paling ujung sebuah bangku panjang yang berada di ruangan Common Lounge Terminal 2 Bandara Soekarno- Hatta. Gurat kelelahan tampak di wajah warga Kudus, Jawa Tengah, itu. Desingan peluru hingga bom yang menggelegar hampir saban waktu memicu mahasiswa Yemen University, Sana’a, Yaman, itu tak tahan untuk segera pulang ke Tanah Air. "Setiap hari bom meledak. Saya tidak nyaman lagi," ujar Rohim. Kini, nyaris tak ada kegiatan di Sana’a. Kegiatan belajar sudah dihentikan. Kampus juga sepi, menyisakan satpam penjaga gedung. Namun, ada beberapa temannya yang memutuskan tetap tinggal di Yaman. "Mereka mempertahankan prinsip ke Yaman untuk belajar, pulang dari sana harus sudah selesai belajar," tutur mahasiswa yang sudah empat tahun di Yaman itu.

Kisah yang sama dituturkan Azmul Affaf, mahasiswa Universitas Darul Ulum, Al Hudaida, Yaman. Affaf mengikuti evakuasi WNI dari Yaman tahap pertama setelah keadaan di jazirah Arab itu kian tak menentu, terutama sejak tentara koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang pemberontak Yaman. Affaf tiba bersama seluruh rombongan kloter pertama yang disambut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan juru bicara Menlu Armanatha Nasir. "Di Yaman (situasi) sangat mencekam. Ledakan pertama terjadi pukul 08.00, selang 1 jam ledakan kembali terjadi, dan begitu seterusnya," terang dia. Mahasiswa yang sudah dua tahun menimba ilmu di Yaman tersebut awalnya tidak ingin pulang ke Tanah Air. Namun, setelah ia melihat sendiri roketroket meledak di daratan, ia memutuskan mendaftarkan diri untuk dievakuasi.

Pihak KBRI datang menemui para mahasiswa dan WNI yang tinggal di Yaman untuk memudahkan evakuasi. Rohim dan Affaf ialah dua dari 110 WNI yang dievakuasi dari Yaman yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, kemarin. Ke-110 WNI tersebut
merupakan bagian pertama dari 262 WNI yang berhasil keluar dari Yaman ke Jizan, Arab Saudi. Sisanya, sebanyak 132 WNI, akan dijemput pesawat TNI-AU di Jizan untuk diterbangkan ke wilayah Oman dan selanjutnya ke Indonesia dengan  menggunakan pesawat komersial.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya