AS Kirim Ribuan Pasukan Tambahan di Wilayah Perbatasan

Tesa Oktiana Surbakti
04/2/2019 12:45
AS Kirim Ribuan Pasukan Tambahan di Wilayah Perbatasan
(Guillermo Arias/AFP)

AMERIKA Serikat (AS) akan mengerahkan 3.750 pasukan militer tambahan ke wilayah perbatasan dengan Meksiko. Langkah yang diambil Pentagon itu merupakan permintaan dari Presiden AS Donald Trump yang ingin meningkatkan keamanan perbatasan melalui penambahan jumlah tentara.

Pada awalnya, pengerahan pasukan militer di wilayah perbatasan, mengacu pada perintah yang diberikan Trump sebelum pemilihan paruh waktu, November 2018. Tepatnya ketika gelombang imigran mendekati wilayah perbatasan untuk mencari suaka dari kekerasan dan kemiskinan yang menjerat negara mereka.

Akan tetapi, misi tersebut, di mana pasukan membantu agen patroli perbatasan sipil dengan memberikan dukungan logistik dan pemasangan pagar kawat berduri, digambarkan oposisi sebagai aksi politik yang berupaya menciptakan ilusi krisis.

"Departemen Pertahanan AS akan mengerahkan sekitar 3.750 pasukan tambahan, untuk memberikan dukungan kepada CBP (Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan) di wilayah perbatasan barat daya. Keputusan itu sudah disetujui Pejabat Sekretaris Pertahanan Shanahan pada 11 Januari," ungkap Pentagon dalam pernyataan resmi.

Penambahan pasukan militer berjalan selama tiga bulan, dengan rencana lanjutan pengerahan kembali sekitar 4.350 pasukan di wilayah perbatasan.

"Tugas mereka mencakup kemampuan pengawasan patroli hingga akhir September 2019. Serta, penempatan area 150 mil kawat berduri di antara pelabuhan masuk," sambung pernyataan resmi tersebut.

Baca juga: AS-Rusia Tangguhkan Perjanjian Nuklir

Kabar peningkatan jumlah pasukan muncul jelang tenggat waktu yang ditetapkan Trump kepada Kongres AS, untuk menyetujui pendanaan proyek tembok perbatasan.

Rencana yang dia janjikan selama masa kampanye pemilihan umum (pemilu) presiden. Trump menekankan bagian dinding perbatasan harus diperluas, sebagai antisipasi terhadap invasi imigran yang tidak terkendali.

"Dengan karavan berbaris melalui Meksiko dan akhirnya menuju negara kita, Partai Republik harus siap untuk melakukan apapun yang diperlukan demi keamanan perbatasan yang kuat," ujar Trump melalui akun Twitter pribadinya.

"Mereka tidak melakukan apa-apa. Jika tidak ada tembok, maka tidak ada keamanan. Perdagangan manusia, narkoba dan penjahat dari semua dimensi, jangan sampai masuk!," imbuhnya penuh penegasan.

Partai Demokrat yang mengendalikan majelis rendah, berulang kali menolak usulan pendanaan tembok perbatasan. Trump dinilai menjadikan proyek tersebut sebagai perang politik, untuk menjelek-jelekkan para imigran, serta memuaskan kubu pendukungnya.

Sebelumnya, Trump mencoba menekankan Kongres AS agar menyetujui permintaannya, dengan menolak menandatangani anggaran untuk pos pemerintahan federal. Langkah tersebut menggiring pada penutupan sebagian pemerintah AS (shutdown) selama lima pekan, yang menyasar 800 ribu pekerja pemerintah.

Pengerahan pasukan perbatasan merupakan salah satu dari beberapa masalah yang membuat Trump dan mantan Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, berselisih pendapat. Mattis akhirnya mengundurkan diri pada Desember lalu, setelah Trump mengeluarkan keputusan mengejutkan terkait penarikan pasukan dari Suriah. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya