Banjir Besar Melanda Australia

(AFP/I-1)
04/2/2019 06:00
Banjir Besar Melanda Australia
(AFP QUEENSLAND FIRE AND EMERGENCY SE)

BANJIR besar yang terjadi sekali dalam satu abad telah mengubah jalanan menjadi sungai dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka di timur laut Australia. Pihak berwenang memperingatkan datangnya tornado dan lebih banyak hujan selama beberapa hari ke depan.

Bagian utara Australia yang tropis mengalami hujan deras selama musim hujan di tahun ini, tetapi hujan akhir-akhir ini melonjak jauh di atas tingkat normal.

Ribuan penduduk di Kota Townsville, Queensland, tidak memiliki listrik dan terputus oleh jalan banjir.

"Cuaca yang lebih parah dapat memicu tornado dan angin yang merusak di hari-hari mendatang," kata Manajer Negara bagian Meteorologi, Bruce Gunn.

Sedikitnya 20 ribu rumah juga berisiko terendam jika hujan terus berlanjut.

Personel militer mengirimkan puluhan ribu karung pasir ke penduduk setempat yang terkena dampak ketika Perdana Menteri Queensland, Annastacia Palaszczuk, memperingatkan penduduk agar berhati-hati.

"Ini pada dasarnya tidak hanya satu dalam 20 tahun, tapi juga dalam 100 tahun," katanya kepada wartawan, Sabtu (2/1).

Biro Meteorologi mengatakan palung monsun yang bergerak lambat berada di atas Queensland, beberapa daerah diperkirakan akan menerima hujan lebih parah daripada setahun sebelumnya.

Hujan berlanjut

Ahli meteorologi Biro, Adam Blazak, mengatakan kepada AFP, hujan deras dapat berlanjut hingga Kamis, sedangkan banjir akan membutuhkan waktu untuk surut, bahkan ketika hujan mulai berkurang.

Wilayah ini menerima rata-rata sekitar 2.000 milimeter (6,5 kaki) hujan setiap tahun. "Kota Ingham, utara Townsville, menerima 506 mm hujan dalam 24 jam antara Sabtu dan Minggu, yang 145 mm jatuh hanya dalam satu kali per jam," kata Blazak.

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata penduduk Townsville, Chris Brookehouse, kepada penyiar nasional ABC, seraya menambahkan bahwa rumahnya dibanjiri dengan air lebih dari satu meter.

"Volume airnya luar biasa. Lantai bawah hilang, lemari es dan freezer mengambang. Lima atau enam anak tangga lagi dan lantai atas juga hilang," ujar Chris.

Blazak mengatakan cuaca buruk diperkirakan akan berlanjut hingga 72 jam, beberapa daerah dapat melihat tingkat curah hujan yang memecahkan rekor.

"Ini adalah bantuan yang melegakan, terutama di komunitas barat kami, tidak hanya untuk mendapatkan hujan, tetapi juga untuk mengisi bendungan mereka," kata Palaszczuk.

"Kami mendapatkan persediaan makanan di sana. Kami masih memiliki banyak jalan yang memotong di sekitar daerah itu."

Banjir itu terjadi di tengah kekeringan hebat di pedalaman timur Benua Australia yang luas, termasuk bagian-bagian Negara Bagian Queensland, yang membuat para peternak kuda berjuang untuk tetap bertahan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya