Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JENDELA-JENDELA gelap yang dihiasi nama-nama milisi terpampang di sisi sebuah truk Ford. Para pejuang 'Pay Say' menjelajahi pelosok Muse, gerbang utama Myanmar menuju Tiongkok, yang dibanjiri senjata dan uang tunai hasil kasino, perdagangan narkoba, dan prostitusi.
Puluhan kelompok bersenjata mengawasi Muse, sebuah kota di perbatasan negara bagian Shan, yang dipisahkan oleh sungai dangkal dari tentangganya, Tiongkok. Kedua negara telah berikrar untuk tidak menempatkan pasukan di sepanjang wilayah perbatasan.
Sebaliknya, tentara Myanmar menggunakan milisi sebagai proksi dalam konflik yang berlangsung lama antara pemerintah dan sejumlah kelompok etnik pemberontak di daerah tersebut, termasuk di antaranya Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) dan Tentara Pembebasan Nasional Taaung (TNLA).
Perjuangan yang sangat kompleks untuk mendapatkan uang, berdagang, sumber daya dan identitas etnik, masih berlaku di Muse. Kepada AFP, milisi Pan Say menggambarkan pergeseran aliansi dan persaingan, berpengaruh terhadap penentuan wilayah perbatasan Myanmar sejak merdeka pada 1948.
"Setiap milisi menjaga urusan mereka sendiri. Kami juga menjaga urusan kami," ucap anggota senior Pan Say ketika melatih 30 anggota baru.
Mereka bergabung dengan salah satu milisi terbesar Muse dengan membanggakan ratusan anggota pasukan yang dipersenjatai senapan serbu M-16 dan Kalashnikovs. Menurut Pan Say, amunisi mereka peroleh dari sokongan dana hasil tambang batu giok, pabrik rokok, bar, dan karaoke.
Dengan begitu, mereka menyangkal sumber dana dari bisnis narkoba atau kegiatan ilegal lainnya yang marak di sepanjang perbatasan. Seperti milisi Muse lainnya, Pan Say menerima kesepakatan pada 2009 untuk berada di bawah kendali militer Myamnar dengan imbalan otonomi.
Para anggota milisi menganggap diri mereka sebagai penjaga perdamaian yang tidak konvensional. Di sisi lain, mereka menuding kelompok pemberontak kerap melakukan aksi pemerasan.
Namun, analis independen David Mathieson berpendapat lain. "Mereka berkeliling membawa senjata, menjalankan kasino dan menjual narkoba. Semuanya itu sebagai subkontraktor keamanan lokal bagi militer Myanmar," kata Mathieson.
Sebagai informasi, Myanmar merupakan salah satu sumber meth terbesar di dunia. Dengan campuran prekusor yang didatangkan dari Tiongkok, kemudian dibawa ke laboratorium yang menjamur di wilayah perbatasan timur untuk memproduksi narkoba.
Hal itu dikuak oleh Badan Narkoba dan kejahatan PBB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved