Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG dari dua tahun pascapengumum-an kemenangan atas kelompok militan yang berpihak pada Negara Islam (Islamic State/IS) di Marawi, ancaman ekstremis kembali menghantui wilayah selatan Filipina.
Kesepakatan bersejarah yang memberikan otonomi tinggi bagi penduduk muslim di kawasan tersebut, nyatanya belum mampu melepaskan Pulau Mindanao dari aksi kekerasan. Peristiwa pegeboman ganda yang mematikan telah menyasar rumah ibadah pekan lalu.
Sebagai tanggapan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersumpah untuk melawan para militan. Akan tetapi, instruksi menghancurkan kelompok terkait IS yang disebut bertanggung jawab atas peristiwa pengeboman, terbukti lebih sulit dari serangkaian langkah antisipasi.
"Perintah saya jelas, hancurkan Abu Sayyaf, hancurkan kelompok pemberontak komunis, maupun gerakan militer baru, dan hancurkan jaringan narkoba. Dalam hal ini, menghancurkan berarti sampai membunuh," pungkas Duterte merujuk Kelompok Abu Sayyaf (ASG) yang berafiliasi dengan IS serta diklaim bertanggung jawab atas kasus pengeboman.
Selama puluhan tahun, Mindanao kerap diganggu konflik separatis dengan intensitas rendah. Pada 2017, militan Filipina dan asing yang berpihak pada kelompok militan IS, mengepung Kota Marawi di Mindanao selama lima bulan.
Aksi kekerasan kemudian memaksa lebih dari 350 ribu penduduk melarikan diri dari rumah mereka. Pasalnya, permukiman mereka hancur akibat serangan udara pemerintah. Banyak warga terpaksa mengungsi selama lebih dari 16 bulan.
Pekan ini, sepuluh batalion militer Filipina yang mencapai 5.000 tentara, kembali diaktifkan untuk memburu tersangka pengeboman. Menteri Pertahanan Fi-lipina, Delfin Lorenzano, mengumumkan serangan udara terhadap Ajang Ajang-- yakni sel terkait ASG yang diduga melakukan serangan ke rumah ibadah--telah bergerak ke Mindanao.
Seorang tersangka anggota Ajang Ajang, Ommal Usop, dinyatakan tewas dalam sebuah serangan. Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, ASG muncul sebagai kelompok pemberontak bersenjata paling terkenal di Asia Tenggara.
Kelompok ini diyakini bertanggung jawab atas berbagai serangan, yaitu mulai dari pengepungan Marawi hingga aksi penculikan warga asing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved