Demonstran Minta Militer Tinggalkan Maduro

Tesa Oktiani Surbakti
01/2/2019 06:00
Demonstran Minta Militer Tinggalkan Maduro
( (Photo by Federico PARRA / AFP))

RIBUAN pengunjuk rasa pendukung oposisi yang dipimpin presiden interim Venezuela Gua Guaido mendesak militer agar segera berbalik meninggalkan Presiden Nicolas Maduro. Mereka juga menuntut supaya bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke negara yang tengah dilanda krisis tersebut.

Lautan manusia memenuhi ruas jalan di ibu kota Venezuela, Caracas, serta berbagai kota lainnya. Para pengunjuk rasa meniupkan pluit dan membawa spanduk bertuliskan 'Angkatan bersenjata, kembalikan martabat Anda', 'Guaido, presiden' dan 'Katakan tidak untuk kedikatoran'.

"Jangan tembak orang yang juga memperjuangkan keluarga Anda," kata Guaido dalam pesan kepada militer yang dikirim dari Caracas. Guaido juga menulis tajuk rencana yang diterbitkan New York Times.

Tulisannya menekankan dukungan militer merupakan kunci untuk menggulingkan Maduro dari kursi kekuasaannya. Dia mengungkapkan telah melakukan pertemuan rahasia dengan anggota pasukan keamanan.

"Penarikan dukungan militer dari Maduro sangat penting untuk menyokong upaya perubahan dalam pemerintahan. Sebagian besar dari mereka (militer) setuju bahwa upaya pemerintahan saat ini tidak bisa dipertahankan," bunyi tulisan Guaido.

Guaido, presiden Majelis Nasional berusia 35 tahun, berkukuh memaksa Maduro mundur dari tampuk kekuasaan. Dengan begitu, dia dapat membentuk pemerintahan transisi dan mengadakan pemilihan presiden yang baru. Dia pun dengan cepat meraup dukungan dari Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Amerika Latin serta Eropa.

"Protes besar-besaran di seluruh Venezuela kompak melawan Maduro. Perjuangan untuk kebebasan sudah dimulai!" ujar Presiden AS Donald Trump melalui akun Twitter-nya setelah berbicara dengan Guaido.

Pergolakan politik di Venezuela semakin memperburuk krisis ekonomi di negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia itu. Kondisi perekonomian domestik dibayangi hiperinflasi dan kekurangan pasokan kebutuhan dasar. Jutaan rakyat Venezuela jatuh dalam lubang kemiskinan, sementara 2,3 juta lainnya bermigrasi demi terlepas dari krisis berkepanjangan.

Tahan jurnalis

Protes yang digelar Rabu (30/1) waktu setempat bertujuan agar militer Venezuela berpihak kepada rakyat. Apalagi saat demonstrasi pekan lalu diwarnai bentrokan berdarah yang menewaskan 40 orang dan 850 orang dipenjara.

Seperti diketahui, Maduro mengerahkan pasukan bersenjata untuk melawan tentara bayaran di wilayah ibu kota seraya menyerukan persatuan. Tidak hanya itu, Maduro juga menindak media asing yang bertugas di Venezuela.

Dua wartawan asal Prancis dan seorang fotografer asal Kolombia, telah ditahan. Selain itu, dua wartawan asal Cile dideportasi pada Rabu.

"Apakah Anda menginginkan boneka gringos memerintah Venezuela?" tanya Maduro kepada militer yang merujuk Guaido. Pasukan militer lantas merespons dengan tegas, "Tidak!"

Awal pekan ini, AS menjatuhkan sanksi kepada Venezuela dengan menargetkan sektor perminyakan sebagai upaya mengguncang sumber pendanaan pemerintahan Maduro. Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, menegaskan dunia usaha AS tidak berkaitan dengan emas, minyak, dan komoditas Venezuela yang dicuri mafia Maduro dari rakyat.

Di lain hal, dalam wawancara dengan harian Jerman Bild, Guaido meminta negara-negara Uni Eropa menjatuhkan sanksi tambahan kepada pemerintahan Maduro. Pemberian sanksi diyakini dapat menghancurkan 80% likuiditas rezim Maduro. (AFP/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya