Pemudik Terbanyak di Dunia Mulai Melangkah

(AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-2)
31/1/2019 06:40
Pemudik Terbanyak di Dunia Mulai Melangkah
( (Photo by Nicolas ASFOURI / AFP))

JUTAAN warga Tiongkok telah memulai eksodus tahunan untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Pola migrasi tahunan terbesar di dunia ini ialah meninggalkan kota-kota besar guna kembali ke kota asal mereka untuk berlibur.

Liburan paling penting dalam kalender Tiongkok itu sangat menekankan pada tradisi reuni dengan keluarga. Untuk itu, para pelancong harus pulang setidaknya, Senin (3/2) untuk menyambut Tahun Babi keesokan harinya.

Di Stasiun Kereta Api Beijing, kemarin, ribuan orang berseliweran dalam cuaca dingin. Dengan terbungkus dalam mantel tebal, mereka menenteng berbagai macam barang bawaan.

Sekelompok anak dengan tas berwarna cerah tampak tidak sabar menunggu kedatangan kereta api yang akan membawa mereka. Hal seperti itu tentu sangat kontras dengan suasana pagi yang masih gelap dan dingin.

Sambil menikmati perjalanan selama 32 jam dari Beijing ke Huaihua di Provinsi Hunan, Tiongkok tengah, para penumpang menghibur diri mereka dengan memakai telepon seluler sambil menyeruput teh hangat.

Di perjalanan itu, banyak penumpang yang membeli tiket diri sambil menduduki bagasi mereka di sepanjang lorong atau di atas bangku kecil yang bisa dilipat.

Yang lain terlihat tertidur pulas di kursi yang sempit. Di ruangan tidur yang memiliki fasilitas penghangat udara, sejumlah keluarga asyik mengobrol dan berbagi makanan.

Seperti diungkapkan operator kereta api Tiongkok, akan terjadi sekitar 413 juta perjalanan selama musim liburan tahun ini. Menurut kantor berita Xinhua, jumlah pemudik tahun ini naik 8,3% ketimbang tahun lalu.

Dari 21 Januari hingga 1 Maret, otoritas Tiongkok memperkirakan sebanyak tiga miliar perjalanan dengan berbagai moda transportasi akan terjadi selama musim liburan Imlek tahun ini.

Mayoritas para pemudik Imlek yang disebut dengan chunyun menggunakan kereta api dan pesawat terbang. "Kami sudah melakukan persiapan untuk memastikan musim mudik terbesar di dunia ini berlangsung lancar," kata Wakil Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi China (NDRC) Lian Weiliang.

Pengamat transportasi dari China Academy of Transportation, Yang Xinzheng, berpandangan bahwa pembangunan jalur transportasi dalam berbagai moda sangat penting dalam mengantisipasi menurunnya pengguna jalan raya selama musim mudik.

Beberapa ruas jalur kereta api cepat telah beroperasi beberapa tahun lalu sehingga menarik minat masyarakat beralih menggunakan moda transportasi tersebut.

Larangan menggunakan bus untuk perjalanan sejauh lebih dari 800 kilometer sejak 2014 telah mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya