Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Venezuela Nicolas Maduro menyatakan siap bertemu dengan para pemimpin oposisi dan mediator internasional. Keputusan itu memberikan solusi terhadap krisis politik yang berlangsung di negara tersebut.
Akan tetapi, Maduro menyampingkan opsi pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) presiden baru hingga 2025. "Saya siap duduk di meja perundingan dengan oposisi sehingga kita dapat berdiskusi untuk kebaikan masa depan Venezuela," ujar Maduro kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, kemarin.
Seperti diketahui, Maduro terpilih kembali sebagai pemimpin Venezuela dalam pemilu tahun lalu. Namun, pengamat internasional menilai pemilu tersebut tidak adil serta mempertanyakan legitimasinya.
"Pemilu presiden di Venezuela sudah terjadi. Jika kalangan imperialis menginginkan pemilu baru, mereka harus menunggu sampai 2025," cetusnya.
Pernyataan Maduro tersebut muncul setelah Kejaksaan Agung mengumumkan penyelidikan terhadap Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang terpilih secara demokratis dan menyatakan dirinya sebagai presiden interim pekan lalu.
Melalui akun Twitter-nya, Ketua Mahkamah Agung Venezuela, Maikel Moreno, mengatakan aset Guaido akan dibekukan. Dia pun akan dilarang keluar dari Venezuela selama penyelidikan berlangsung.
Sebelumnya, Selasa (29/1), Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton, telah memperingatkan pemerintah Venezuela agar tidak mengambil tindakan yang menargetkan Guaido. Dalam hal ini, AS mengakui Guaido sebagai presiden Venezuela yang sah.
Bolton menekankan, akan ada konsekuensi serius jika terjadi sesuatu pada Guaido. Seperti diketahui, Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden interim satu pekan setelah terjadi protes keras terhadap Maduro.
Aksi protes tidak lepas dari situasi ekonomi domestik yang semakin memburuk meski negara itu memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Di sisi lain, Maduro menuding Guaido dan Presiden AS Donald Trump merencanakan kudeta untuk menggulingkannya dari kursi kekuasaan.
Penuh hormat
Dalam serangkaian pesan yang diunggah ke media sosial, kemarin, Maduro menyerukan kepada warga AS untuk menghentikan administrasi Trump agar tidak mengubah Venezuela menjadi 'Vietnam di Amerika Latin'. Dia juga menuduh Washington telah menargetkan Venezuela terkait upaya pencurian kekayaan minyak di negara tersebut.
"Kami ialah warga yang damai dengan demokrasi yang solid. Saya ingin memiliki hubungan yang penuh hormat dengan warga AS. Saya minta perdamaian dan rasa hormat," bunyi pernyataan Maduro.
Selain hal itu, Maduro juga menyalahkan AS atas kelangkaan suplai pangan, kenaikan tingkat pengangguran, dan hiperinflasi besar-besaran yang menghapus cadangan keuangan negara.
Akan tetapi, para ekonom menyebut krisis ekonomi di Venezuela disebabkan kesalahan manajemen pemerintahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebagi informasi, Maduro dan pendahulunya, Hugo Chavez, menggulirkan program kesejahteraan sosial dengan anggaran besar, tetapi tidak berkelanjutan. Dia juga mengarahkan pemerintahan menuju sosialisme, mengunci sejumlah lawan politik dan menyingkirkan oposisi.
"Ini merupakan pertarungan antara demokrasi dan kediktatoran," ucap kuasa hukum yang ditunjuk Guaido untuk Venezuela di AS, Carlos Vecchio, seusai bertemu Wakil Presiden AS Mike Pence. (CNN/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved