Oposisi Tawarkan Amnesti untuk Maduro

(AFP/Tes/Yan/I-2)
30/1/2019 05:00
Oposisi Tawarkan Amnesti untuk Maduro
(AFP)

PRESIDEN interim Juan Guaido memandang Nicolas Maduro, sosok yang lama berkuasa di Venezuela, serta para anggota militer dapat diberikan amnesti sebagai upaya transisi menuju demokrasi.

Penyataan Guaido mengemuka dalam wawancara dengan CNN en Espanol. Guaido, presiden yang dipilih Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden pekan lalu di tengah gelombang protes terhadap Maduro, yang menolak melepaskan kekuasaan.

Maduro terpilih kembali sebagai presiden pada Mei 2018, dalam pemilihan umum (pemilu) yang disebut tidak menjunjung keadilan, bebas, dan transparansi, oleh komunitas internasional.

Venezuela kemudian masuk dalam jurang krisis ekonomi yang parah, yang ditandai minimnyasuplai pangan dan peningkatan angka pengangguran. Kepada CNN, para demonstran mengatakan aksi protes yang digulirkan tidak hanya berlandaskan motif lapar, tetapi juga lebih dari itu.

Pekan lalu, warga harus membayar US$200 untuk mendapatkan satu keranjang berisi air, kacang-kacangan, keju, ham, dan buah di sebuah supermarket di Caracas. Padahal, rata-rata upah bulanan penduduk kurang dari US$10.

"Rakyat sangat menderita. Kita harus bangun dari mimpi buruk ini untuk membangun kembali Venezuela," pungkas Guaido.

Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezeula selain Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cile, Kolombia, Ekuador, Paraguay, dan Peru.

Di sisi lain, Rusia, Tiongkok, Kuba, dan Turki memilih mendukung Maduro. Guaido menjadi pemimpin oposisi sekaligus ketua Majelis Nasional selama tiga minggu. Kendati demikian, pria berusia 35 tahun itu berhasil memanfaatkan momentum untuk membangkitkan energi warga Venezuela untuk melawan Maduro.

"Kami siap melakukan apa pun demi melihat demokrasi kembali," ucap Guaido. Dia mengingatkan pihaknya tidak akan melakukan dialog palsu dengan rezim yang memenjarakan dan menyiksa lawan-lawan politik.

Lebih lanjut, Guaido mengungkapkan dirinya telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin negara lain, termasuk Presiden Kolombia Ivan Duque dan Presiden Argentina Mauricio Macri.

Dia pun menepis tudingan bahwa pihaknya dan Trump telah membahas opsi militer di Venezuela. Sebelumnya, Maudor menuduh Guaido dan AS berusaha menggencarkan kudeta untuk mengeluarkannya dari kekuasaan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya