Trump akan Berpidato di Hadapan Kongres pada 5 Februari

Denny Parsaulian
29/1/2019 15:15
Trump akan Berpidato di Hadapan Kongres pada 5 Februari
(Donald Trump -- MANDEL NGAN / AFP)

PARTAI Demokrat yang menguasai Kongres, Senin (28/1), mengatakan Presiden Donald Trump telah menyetujui untuk menyampaikan pidato kenegaraannya di hadapan Kongres pada 5 Februari.

Tanggal tersebut hanya 10 hari sebelum batas waktu bagi anggota parlemen dan presiden untuk menyetujui paket keamanan perbatasan yang mencegah penutupan pemerintah berikutnya.

"Saya mengundang Anda untuk menyampaikan pidato State of the Union Anda di hadapan Sesi Gabungan Kongres pada 5 Februari 2019 di House Chamber," tulis Ketua DPR Nancy Pelosi dalam sepucuk surat kepada Trump. Pelosi mengatakan mereka telah sepakat mengenai tanggal tersebut.

Pelosi awalnya mengundang Trump untuk menyampaikan pidatonya pada Selasa (29/1) ini tetapi membatalkannya karena shutdown. Pelosi mengatakan bahwa presiden tidak akan berpidato di Kongres sampai penutupan diakhiri.

Pertengkaran antara presiden dan musuh utamanya di Kongres itu terjadi pada puncak penutupan sebagian pemerintah yang menyebabkan sekitar 800.000 pekerja federal tidak dibayar selama lima minggu.

Baca juga: Kerugian Akibat Shutdown Lebih Besar dari Nilai Tembok Trump

Para karyawan akan dibayar secara surut, tetapi gangguan itu menyebabkan ekonomi AS mengalami kerugian mencapai US$11 miliar, menurut hitungan Kantor Anggaran Kongres independen mengatakan dalam sebuah laporan pada Senin.

Trump bersikeras Kongres harus mendanai temboknya yang telah lama diwacanakan di perbatasan AS dengan Meksiko senilai US$5,7 miliar. Trump menyatakannya sebagai prioritas keamanan nasional utama.

Tapi Pelosi dan Demokrat menolak mengalah. Trump akhirnya menyerah dan menandatangani langkah sementara untuk membuka penutupan pemerintah, tetapi hanya sampai 15 Februari.

Jika pihak lawan belum mencapai kesepakatan tentang rencana keamanan perbatasan AS pada tanggal itu, pemerintahan dapat ditutup kembali.

Trump pada akhir pekan mengisyaratkan negosiasi dinding perbatasan tidak akan mudah.

"Hanya orang bodoh, atau orang-orang dengan agenda politik, tidak ingin tembok atau pembatas baja melindungi negara kita dari kejahatan, narkoba, dan perdagangan manusia," cicit Trump, Sabtu (26/1). "Itu akan terjadi - selalu terjadi!"

Sesaat sebelum Pelosi membuat suratnya untuk Trump kepada publik, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan pada konferensi pers bahwa presiden berharap untuk berbicara dengan orang-orang Amerika dalam pidato tahunannya di depan Kongres. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya