Afghanistan Jadi Kunci Perdamaian

(AFP/I-1)
29/1/2019 06:20
Afghanistan Jadi Kunci Perdamaian
( (Photo by Handout / Afghan Presidential Palace / AFP))

PERWAKILAN Amerika Serikat dan Taliban mengatakan telah mencapai kemajuan dalam perundingan perdamaian Afghanistan yang mereka lakukan selama enam hari di Doha, Qatar, pada pekan lalu.

Akan tetapi, pertemuan itu tidak diiringi dengan pembuatan kesepakatan kedua pihak, meninggalkan kesan bahwa dialog di Doha hanya berjalan di tempat.

Kendati demikian, Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, mengatakan bahwa pembicaraan dengan Taliban telah lebih produktif daripada sebelumnya dan kemajuan signifikan pada masalah-masalah vital telah dibuat.

Dalam serangkaian pesan yang diunggah ke Twitter, Khalilzad juga mengatakan akan terbang ke Afghanistan untuk berkonsultasi dengan Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani dan membangun momentum serta melanjutkan pembicaraan segera.

Khalilzad memperingatkan bahwa masih ada sejumlah masalah yang tersisa untuk diselesaikan.

"Tidak ada yang disepakati sampai semuanya disepakati, dan 'semuanya' harus mencakup dialog intra-Afghanistan dan gencatan senjata komprehensif," kata Khalilzad, mereferensi agar Pemerintahan Presiden Ghani harus dilibatkan dalam berbagai kesepakatan yang akan dibuat.

"Peran saya adalah untuk memfasilitasi pembicaraan seperti itu antara pemberontak dan Kabul," kata Khalilzad.

Negosiasi yang diupayakan AS juga mencakup gencatan senjata dan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan sebagai prasyarat bagi Taliban untuk melanjutkan dialog ke tahap selanjutnya, tambah pejabat itu.

Taliban telah lama menolak untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Afghanistan, menyebut mereka sebagai 'boneka'.

Khalilzad juga membenarkan bahwa tidak ada kesepakatan yang dibuat mengenai penarikan pasukan asing, dan menambahkan bahwa keputusan seperti itu akan dikoordinasikan dan dibahas secara rinci dengan Pemerintah Afghanistan.

Taliban bersikukuh pada penarikan pasukan asing, dan keinginan jelas Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang telah menekan negosiasi.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut berita itu 'menggembirakan', menulis di Twitter bahwa Amerika "Serius untuk mengejar perdamaian, mencegah #Afghanistan dari terus menjadi ruang bagi terorisme internasional dan membawa pasukan pulang."

Bulan lalu, militer AS diperintahkan untuk mulai merencanakan untuk menarik sekitar setengah dari pasukannya di Afghanistan, menurut seorang pejabat pertahanan AS dengan pengetahuan langsung tentang masalah tersebut.

AS memiliki sekitar 14 ribu tentara di Afghanistan yang hadir sebagai bagian dari misi besar yang dipimpin NATO untuk melatih, memberi nasihat, serta membantu militer dan pasukan keamanan Afghanistan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya