Jepang Perbaiki Diplomatik dengan Korea Utara

(AFP/Tes/I-1)
29/1/2019 05:40
Jepang Perbaiki Diplomatik dengan Korea Utara
(AFP)

PERDANA Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, berjanji untuk memecah rasa saling tidak percaya dalam pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Keniscayaan itu merupakan upaya pemulihan hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dalam pidato utama yang menandai pembukaan parlemen Jepang, Abe juga menekankan urgensi mendorong hubungan Tiongkok-Jepang ke tahap baru. Dia juga menjanjikan anggaran besar untuk meningkatkan investasi dalam bidang infrastruktur di negara ekonomi terbesar ketiga dunia.

"Saya akan bertindak dengan tegas dan tidak mengabaikan kesempatan untuk memecah rasa kecurigaan dari masing-masing pihak. Saya sendiri akan langsung menghadapi pemimpin Kim, guna menyelesaikan masalah nuklir dan rudal Korea Utara, serta isu penculikan," ujar Abe.

Pernyataan Abe muncul setelah Kim mempersiapkan pertemuan puncak putaran kedua dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pertemuan tersebut kemungkinan dilaksanakan akhir Februari.

"Saya akan menyoroti tujuan normalisasi diplomatik dengan menyelesaikan masa lalu yang kurang baik," imbuh Abe, menggunakan eufemisme diplomatik Jepang yang mengacu pada kerugian akibat penjajahan Jepang di Semenanjung Korea pada sebelum dan selama Perang Dunia II.

Di Tiongkok, Abe sempat menyatakan keinginan mengembalikan hubungan ke jalur normal seutuhnya. "Saya sangat mengejar diplomasi dengan negara tetangga, menuju era baru. Langkah ini untuk menciptakan wilayah timur laut Asia benar-benar menjadi tanah perdamaian dan kemakmuran yang stabil," tutur Abe.

Di sisi lain, Abe terbilang berhati-hati menyikapi Rusia, di tengah pertikaian teritorial atas sejumlah pulau kecil di wilayah utara Jepang. Konflik tersebut sulit diselesaikan, meski Abe cukup sering bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Sementara itu, terkait dengan kebijakan domestik, Abe berjanji terus mendorong kenaikan pajak konsumsi dari 8% menjadi 10%. Terhadap persoalan infrastruktur, dia akan mengalokasikan anggaran sebesar 7 triliun yen atau setara US$64 miliar, mengingat banyak jalan dan jembatan di Jepang yang rusak parah karena terdampak bencana alam.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya