Luka Batu Bara, Desa Proschim di Jerman Berjuang Sembuh

(AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-1)
28/1/2019 05:40
Luka Batu Bara, Desa Proschim di Jerman Berjuang Sembuh
((Photo by John MACDOUGALL / AFP))

EMPAT tahun lalu, Sybille Tetsch bertekad kembali ke tanah kelahirannya, Desa Proschim, di Jerman, yang mengalami luka mendalam akibat pertambangan batu bara. Upaya penyelamatan yang dilakukan Tetsch ialah dengan membuka restoran.

Penduduk Proschim hidup dalam ketidakpastian selama bertahun-tahun. Mereka yang telah merelakan rumahnya diratakan tidak mengetahui nasib perluasan lokasi tambang Welzow-Sued di masa depan. Apalagi pemerintah Jerman siap mengakhiri era eksploitasi batu bara dalam dua dekade mendatang. Akan tetapi, Tetcsh dan kalangan aktivis melihat penduduk Porshchim masih berharap.

"Perselisihan ini bahkan menembus ruang keluarga. Tetangga sampai tidak saling menyapa. Kami ingin menciptakan ketika setiap orang dapat berkumpul tanpa saling menyalahkan," ujar Tetsch, pria berusia 48 tahun yang masih berupaya menjembatani perselisihan.

Leag, pemilik pertambangan batu bara lignit, akan membuat keputusan akhir pada 2020. Akan tetapi, ketegangan meningkat dalam beberapa bulan terakhir di saat Jerman mempertimbangkan penutupan seluruh pembangkit listrik berbasis batu bara sebagai upaya menetralisasi negara itu dari emisi karbon pada 2050.

Komisi yang ditunjuk pemerintah merekomendasikan jalan keluar dari bahan bakar fosil pada 2038. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz, dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin regional untuk membahas rencana tersebut pada Kamis mendatang. Hasil jajak pendapat menunjukkan 59% masyarakat Jerman mendukung penghentian ekspolitasi batu bara secepat mungkin. Namun, 61% penduduk di wilayah pertambangan ingin mempertahankan kegiatan tersebut lebih lama.

"Tidak ada lagi kehidupan perdesaan di sini. Jika satu orang muncul di sebuah acara, yang lain memilih menjauh," tutur Karin Noack, warga asli Proschim yang menyoroti perselisihan di desanya.

Sejarah batu bara di Distrik Welzow, yang menjadi bagian dari Desa Proschim, sudah ada sejak 150 tahun lalu. Kegiatan pertambangan mencuat setelah seorang penduduk mengambil sepotong lignit dari tanah. "Sangat normal bagi penduduk di sini untuk memiliki pertambangan lignit di sekitarnya. Welzow bahkan menemukan maknanya," ujar Wali Kota Distrik Welzow, Birgit Zuchold, yang kantornya dilengkapi kereta miniatur dengan muatan batu bara.

Para penambang harus bekerja keras untuk menyokong sejumlah kota besar di Jerman, seperti Berlin. Dia turut menyuarakan kegelisahan bahwa industri pertambangan kerap dituding sebagai perusak iklim.

Kembali diutarakan Tetsch dan Noack, ekstraksi batu bara saat ini tidak lagi jadi keharusan, mengingat energi terbarukan memiliki porsi yang semakin meningkat dalam bauran daya.

"Sebelumnya, mereka berkata kami akan mengekstraksi batu bara untuk memproduksi tenaga. Namun, hari ini, kami mengekstraksi batu bara sebagai mata pencaharian," ucap Tetsch.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya