Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mendesak seluruh negara untuk bersatu mendorong kekuatan kebebasan di Venezuela. Apalagi Rusia berdiri pada garis minoritas yang mendukung perlawanan Nicolas Maduro.
Menteri Luar Negari AS Mike Pompeo membuat perkara yang sangat kuat dalam sesi khusus Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menggambarkan Maduro sebagai bagian dari negara yang tidak sah, serta bertanggung jawab atas keruntuhan ekonomi Venezuela.
Dengan meningkatnya gerakan protes dan lebih dari 2 juta orang melarikan diri dari krisis kebutuhan dasar, Pompeo meminta semua negara mengikuti langkah AS yang mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara.
"Sudah saatnya setiap negara mendukung satu pihak. Tidak ada lagi penundaan, tidak ada lagi pertandingan, atau Anda bersekutu dengan Maduro beserta kekacauannya," ujar Pompeo.
Dia pun mendesak semua negara mengakhiri transaksi keuangan dengan pemerintahan Maduro yang masih berjuang membayar utang meski negara itu dikenal kaya minyak.
Selain itu, Pompeo mengecam Rusia dan Tiongkok yang mendukung Maduro. Dia menilai kedua negara tersebut malah menopang rezim gagal melalui perencanaan investasi yang buruk dan bantuan selama bertahun-tahun.
Rusia kecam AS
Rusia turut mengecam AS karena berusaha menghalangi pertemuan Dewan Keamanan PBB. Akan tetapi, hal itu dikalahkan dengan pemungutan suara dengan 9 dari 15 anggota setuju untuk maju. Namun, Rusia menghalangi dokumen pernyataan DK PBB yang dilihat AFP yang berisi penawaran dukungan penuh kepada Guaido, serta menyerukan Majelis Nasional sebagai satu-satunya institusi Venezuela yang terpilih secara demokratis.
"Venezuela tidak menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan. Niat AS-lah yang seperti mengatur kudeta," ujar Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia.
Nebenzia menuding AS kerap memperlakukan Amerika Latin layaknya halaman belakang. "Di mana Anda dapat melakukan apa pun yang Anda inginkan," imbuhnya.
Dalam satu lemparan ke masyarakat Eropa, dia menekankan Rusia tidak akan meningkatkan protes 'Rompi Kuning' populis Prancis di DK PBB.
Pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Guaido mendapat dukungan dari sejumlah kekuatan Amerika Latin, termasuk Brasil, Kolombia, dan Argentina. Sementara itu, melalui pernyataan awal yang cukup berhati-hati, kekuatan Eropa menegaskan akan mengakui Guaido, kecuali Maduro mengadakan pemilihan umum dalam waktu delapan hari.
"Apabila dalam delapan hari tidak ada pemilu yang adil, bebas, dan transparan, Spanyol akan mengakui Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela. Dengan begitu, dia sendiri akan melakukan pemilihan," tukas Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez.
Inggris, Perancis, dan Jerman juga mengambil langkah serupa. Dalam akun Twitter-nya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan rakyat Venezuela harus mendapatkan kebebasan untuk memutuskan masa depan mereka.
Menlu Venezuela Jorge Arreaza menolak ultimatum seraya menuding Eropa menempatkan diri pada sisi Trump. "Dari mana kamu mendapatkan kekuatan untuk mengeluarkan isu tenggat atau ultimatum kepada rakyat berdaulat? Dari mana kamu bisa mengintervensi seperti itu?" ucapnya kepada DK PBB. (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved