Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Venezuela telah berikrar akan mengalahkan "kudeta" terhadap kedaulatan Venezuela, demikian laporan media lokal.
"Kami akan mengalahkan kudeta yang bermaksud ikut campur dalam urusan politik, menyingkirkan kedaulatan Venezuela dan mendirikan rejim boneka buat kepentingan AS dan sekutunya di dunia Barat," kata Nicolas Maduro pada Jumat larut malam (25/1) dalam satu taklimat di Istana Presiden Miraflores di Caracas.
Ia menyatakan media internasional telah melancarkan tekanan atas Venezuela dan memanipulasi fakta mengenai negara Amerika Selatan itu. Presiden tersebut mengatakan Venezuela mesti menyelesaikan masalah dalam negerinya sendiri tanpa campur tangan imperialis AS.
Maduro juga menyerukan dialog nasional, yang dapat membantu Venezuela, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.
Secara terpisah, Juan Guaido --Ketua Majelis Nasional, yang dipimpin oposisi, di Venezuela dan mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden, mengatakan demonstrasi akan berlanjut sampai Maduro meletakkan jabatan.
Guaido juga meminta dukungan militer Venezuela. Pemerintah Venezuela menyatakan Guaido secara diam-diam bertemu dengan pemimpin Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) Diosdado Cabello di satu hotel Caracas pada 22 Januari.
Menteri Komunikasi dan Penerangan Venezuela Jorge Rodriguez telah menyiarkan rekaman pertemuan tersebut dari hotel Caracas.
Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua setelah boikot pemungutan suara oleh oposisi.
Pada Rabu (23/1), Guaido mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden.
Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden negeri tersebut.
Maduro dengan cepat membalas, dengan memutus hubungan diplomatik dengan AS dan memberi diplomat AS waktu 72 jam untuk meninggalkan negeri itu.
Ia telah berulangkali mengecam AS, dan mengatakan Washington melancarkan perang ekonomi melawan dia dan pemerintahnya di tengah aksi kampanye luas.
Brazil dan Organisasi Negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya. Argentina, Kanada, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama dan Paraguay telah mengikuti tindakan itu Sementara Bolivia dan Mexico terus mengakui Maduro.
Beberapa negara Amerika Selatan, Rusia dan Turki juga telah menyampaikan solidaritas buat Maduro. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved