Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA amal yang didirikan Pangeran Charles, ahli waris takhta Kerajaan Inggris, menyatakan tidak menerima lagi segala bentuk donasi dari Huawei.
Sikap tersebut menjadi pukulan terbaru terhadap raksasa produsen alat telekomunikasi asal Tiongkok itu yang tengah berjuang melawan tuduhan spionase global.
Huawei menghadapi pengawasan ketat dari negara-negara Barat lantaran dituding menjadi mata-mata pemerintah Tiongkok melalui produk yang dipasarkan. Akan tetapi, Huawei berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Sementara itu, langkah yang diambil lembaga bernama Prince's Trust tersebut muncul tak lama setelah Universitas Oxford menolak pendanaan dari Huawei. Hal itu mencerminkan adanya gelombang pasang yang menerpa Huawei, perusahaan yang telah memainkan peran sentral di Inggris selama lebih dari 10 tahun dengan membangun jaringan internet dan seluler.
"Saat ini kami tidak menerima donasi dari Huawei sehubungan meluasnya keprihatinan publik. Sumbangan apa pun di masa mendatang akan ditinjau Komite Penggalangan Dana Etis milik kami," bunyi pernyataan resmi Prince's Trust.
Sebagai informasi, Prince's Trust berdiri pada 1976 dengan tujuan membantu generasi muda Inggris yang kurang beruntung. Lembaga itu telah menerima sumbangan dari Huawei sejak 2007 dengan nilai mencapai 490 ribu pound sterling.
"Kami menyayangkan keputusan semacam ini diambil sebagai tanggapan atas wacana minim informasi dan tidak berdasar terkait Huawei," kata manajemen Huawei menanggapi hal itu dalam pernyataan resmi.
Perusahaan telekomunikasi itu terus berjuang melawan serangan dari negara-negara Barat yang bertekad menutup akses pasar mereka. Langkah paling serius tecermin dari penahanan petinggi Huawei, Meng Wanzhou, di Kanada pada akhir tahun lalu.
Penahanan itu merupakan permintaan dari Amerika Serikat (AS) atas tuduhan pelanggaran sanksi negara adidaya itu terhadap Iran. Saat ini, Meng menjadi tahanan rumah, tapi pemerintah Tiongkok menuntut pembebasannya.
Awal Januari 2019, pemerintah Polandia juga menangkap seorang eksekutif Huawei atas tuduhan spionase yang kian memicu kecurigaan negara-negara Barat atas perusahaan.
AS dan sekutunya termasuk Australia telah membatasi pergerakan Huawei pada pengembangan ja-ringan seluler 5G. Adapun Jerman masih mempertimbangkan hal itu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved