Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA legislatif yang dipimpin oposisi Venezuela menyatakan dirinya sebagai penjabat presiden. Hal itu disampaikan dalam upaya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Langkah Juan Guaido diucapkan saat ribuan demonstran berunjuk rasa dan membuat macet jalan-jalan di Kota Karakas. Mereka juga terlibat bentrokan dengan polisi antihuru hara.
Menurut analis, apa yang dilakukan Guaido itu bakal meningkatkan pertaruhan di negara kaya minyak yang kini menjadi miskin di bawah rezim Maduro.
Hal itu juga diyakini akan mengakhiri drama politik selama berhari-hari yang telah menyebabkan 13 demonstran tewas. "Kebanyakan yang tewas karena luka tembak," ungkap Observatory of Social Conflict Venezuela yang berbasis di Karakas kepada AFP.
"Saya bersumpah untuk secara resmi menganggap kekuatan eksekutif nasional sebagai penjabat presiden Venezuela guna mengakhiri perebutan kekuasaan, (mengangkat) pemerintahan transisi, dan mengadakan pemilihan bebas," kata Guaido, 35, kepada sekelompok pendukung yang bersorak-sorai.
Berselang beberapa menit kemudian, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menyebut Maduro tidak sah serta Majelis Nasional sebagai satu-satunya cabang pemerintah yang sah yang dipilih rakyat Venezuela.
Setelah itu, selusin negara di kawasan regional segera memberikan dukungan, termasuk Brasil, Argentina, Kolombia, dan Kanada. Mereka menyatakan mendukung Guaido. Namun, dua negara, yakni Meksiko dan Kuba, berkukuh mendukung Maduro, seperti halnya militer Venezuela.
Dukungan regional
Dalam menanggapi pernyataan Trump, Maduro yang marah menyatakan memutuskan hubungan diplomatik dengan AS imperialis dan memberi waktu 72 jam bagi para diplomat AS untuk pergi dari negara itu.
"Keluar! Tinggalkan Venezuela, di sini harus bermartabat," teriak Maduro di tengah sorak-sorai ribuan pendukungnya di luar istana presiden di Karakas. Di sisi lain, Guaido membalas dengan surat terbuka yang mendesak kekuatan asing untuk mempertahankan kehadiran diplomatik mereka di negara itu.
AS kemudian bereaksi dan mengatakan Maduro tidak memiliki wewenang untuk melakukan tindakan tersebut. Pemerintah AS menyatakan akan terus menjalin hubungan dengan Venezuela melalui pemerintahan presiden sementara, yaitu Guaido.
Di Washington, seorang pejabat tinggi pemerintahan mengeluarkan peringatan keras kepada rezim Maduro agar tidak menggunakan kekuatan militer guna melawan oposisi. Washington menambahkan, jika ada langkah seperti itu, berarti muncul opsi untuk melakukan tindakan yang harus diambil oleh AS.
Di lain hal, kekuatan terbesar di kawasan regional itu, yakni Brasil, sejauh ini menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam intervensi militer. Di Brussels, Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk mengatakan, tidak seperti Maduro, Majelis Nasional Guaido memiliki mandat demokratis dari warga negara Venezuela.
Secara terpisah, Kepala Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS), Luis Almagro, mengatakan kepada Guaido, "Anda memiliki semua pengakuan kami untuk meluncurkan kembalinya demokrasi ke negara Anda." (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved