Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Rabu (23/1) mengatakan sedang menyelidiki keberadaan seorang pria blasteran Tiongkok-Australia setelah laporan sebuah surat kabar menimbulkan kekhawatiran bahwa mantan diplomat pembangkang tersebut telah ditahan di Tiongkok.
Surat kabar "Sydney Morning Herald" melaporkan bahwa rekan-rekan merasa khawatir Yang Hengjun, yang merupakan mantan diplomat Tiongkok sekaligus penulis yang kini berkewarganegaraan Australia, ditahan karena tidak dapat dihubungi dalam beberapa hari.
Baca juga: Hindari Masalah Terkait Brexit, Sony Pindahkan Kantor Pusat
Peristiwa hilangnya Yang terjadi saat ketegangan antara Tiongkok dan sebagian besar negara Barat meningkat setelah dua warga Kanada, seorang diplomat dan seorang konsultan, ditangkap di Tiongkok karena diduga membahayakan keamanan negara.
Penangkapan tersebut dinilai oleh negara-negara Barat sebagai balas dendam Beijing atas penangkapan Direktur Keuangan Huawei Meng Wanzhou, di Kanada pada 1 Desember. Dia dituduh melanggar sanksi Amerika Serikat yang diberikan kepada Iran.
Dua rekan Yang yang dihubungi Reuters mengatakan mereka melaporkan kehilangan Yang kepada DFAT. Mereka mengungkapkan Yang hilang sejak bertolak dari New York ke Guangzhou di Tiongkok bagian selatan pada Jumat. Salah satu rekannya, akademisi di Universitas Teknologi di Sydney, Feng Chongyi, mengatakan Yang dijadwalkan untuk terbang ke Shanghai namun kehadirannya tak kunjung datang. "Saya yakin di dalam penahanan Kementerian Keamanan Negara di Beijing," kata Feng.
Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok tidak langsung menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Juru bicara DFAT membenarkan bahwa kementerian sedang menyelidiki kasus tersebut namun tidak mengidentifikasi dengan nama Yang. "Departemen Luar Negeri dan Perdagangan sedang mencari informasi tentang warga Australia yang dilaporkan hilang di Tiongkok," kata wanita juru bicara itu.
Salah satu sumber yang akrab dengan penyelidikan tersebut menyebutkan semalam Australia telah melakukan pembicaraan kepada pejabat Tiongkok untuk menanyakan keberadaan Yang.
Baca juga: Shutdown AS Memasuki Hari Ke-32, Trump Tegaskan tidak Goyah
Australia ikut mengecam penangkapan dua warga Kanada, namun Yang telah lama menjadi perhatian pihak berwenang Tiongkok. Yang mengkritik apa yang menurutnya sebagai campur tangan Tiongkok di Australia.
Presiden Tiongkok Xi Jinping memimpin tindakan keras terhadap perbedaan berpendapat sejak menjabat pada 2012, dengan penahanan ratusan pengacara dan aktivis HAM. Puluhan diantaranya dijebloskan ke penjara. (Ant/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved