Ribuan Pemrotes Rompi Kuning Turun ke Jalan

(Ant/I-1)
21/1/2019 06:20
Ribuan Pemrotes Rompi Kuning Turun ke Jalan
((Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP))

KERUSUHAN telah meletus saat ribuan pemrotes Rompi Kuning kembali memenuhi jalan pada Sabtu (19/1) di seluruh Prancis, kata pasukan keamanan.

Pemrotes Rompi Kuning melanjutkan aksi mereka di berbagai kota besar Prancis selama pekan ke-10 berturut-turut, meskipun debat nasional diluncurkan pada Selasa oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk meredam kemarahan pemrotes dan menangani tuntutan mereka.

Selama demonstrasi pada Sabtu, di Paris saja sedikitnya 20 orang telah ditahan. Pengunjuk rasa yang berkumpul di Paris Tengah pada siang hari meneriakkan slogan anti-Macron dan mencela kekerasan oleh polisi terhadap pemrotes, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu--yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad siang.

Protes damai berubah jadi kerusuhan selama malam hari saat polisi di Paris menyemprotkan air dan menembakkan gas air mata untuk mengusir pemrotes yang dilaporkan melemparkan batu dan botol ke pasukan keamanan.

Ketegangan antara polisi dan pegiat juga dicatat di Kota Besar Caen dan Rouen di bagian utara negeri tersebut, serta di Kota Rennes di bagian barat laut dan Kota Lyon di Prancis Timur.

Sebanyak 7.000 demonstran dicatat di Paris dan 27 ribu di seluruh Prancis, kata Kementerian Dalam Negeri Prancis, sedangkan 84 ribu orang ikut dalam protes Rompi Kuning pekan lalu.

Sebanyak 80 ribu personel keamanan dikerahkan di seluruh negeri tersebut.

Protes Rompi Kuning, yang dimulai sebagai reaksi atas kenaikan pajak bahan bakar dan berkembang menjadi protes terhadap Macron.

Sejak 17 November, ribuan pemrotes dengan mengenakan rompi kuning terang telah berkumpul di berbagai kota besar utama Prancis, termasuk di Paris, untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar kontroversial Macron dan kondisi ekonomi yang memburuk.

Demonstran menggelar protes dengan menghalangi jalan, serta jalan masuk dan ke luar stasiun pompa bensin serta pabrik di seluruh Prancis.

Tak kurang dari 10 orang telah tewas, sebanyak 6.000 orang lagi telah ditahan dan lebih dari 2.000 orang telah cedera akibat protes tersebut.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya