Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGOSIATOR perdagangan utama Tiongkok akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat (AS) akhir bulan ini, atau menjelang tenggat Maret, untuk menghindari pemberlakuan penaikan tarif yang lebih tinggi terkait dengan perang dagang antara 'Negeri Tirai Bambu' tersebut dan rival mereka, AS.
Demikian disampaikan Kementerian Perdagangan Tiongkok, kemarin. "Wakil Perdana Menteri Liu He akan mengunjungi Washington pada 30-31 Januari mendatang untuk bernegosiasi," kata kementerian itu.
Kunjungan tersebut merupakan langkah untuk menindaklanjuti pembicaraan antara pejabat tingkat rendah di Beijing awal bulan ini. Seperti diketahui, pada Desember lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah sepakat untuk melakuan gencatan senjata atas perang dagang yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Dalam kesepakatan itu, AS akan menunda menaikkan tarif atas barang-barang impor asal Tiongkok guna memberi ruang bagi para negosiator untuk menemukan solusi. "Liu dan para pejabat AS akan mengadakan perundingan terkait dengan masalah ekonomi dan perdagangan serta bekerja bersama untuk mendorong dan mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai Xi dan Trump," ujar juru bicara kementerian Gao Feng kepada wartawan.
Namun, perjalanan Liu bisa saja mengalami hambatan setelah sebuah laporan pada Rabu (16/1) mengatakan bahwa pihak berwenang AS sedang dalam tahap lanjut penyelidikan kriminal terhadap raksasa telekomunikasi Tiongkok, Huawei.
Mengutip sumber anonim, Wall Street Journal mengatakan Departemen Kehakiman sedang menyelidiki tuduhan pencurian rahasia dagang dari mitra bisnis Huawei AS, termasuk perangkat robot T-Mobile yang digunakan untuk menguji smartphone.
Selain itu, anggota parlemen AS juga memperkenalkan undang-undang untuk melarang ekspor suku cadang dan komponen AS ke perusahaan telekomunikasi Tiongkok. "Seluruh dunia sangat jelas melihat bahwa niat AS sebenarnya ialah menggunakan setiap kemungkinan untuk menekan dan mengotori perusahaan teknologi tinggi Tiongkok," cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying.
"Tindakan anggota parlemen AS berbau arogansi ekstrem. Tindakan AS bukan tindakan normal negara normal, apalagi kekuatan utama dunia," tambahnya.
Sebelumnya, penangkapan aparat Kanada terhadap pejabat keuangan Huawei Meng Wanzhou yang dilakukan atas permintaan AS telah membuat Beijing marah. AS beralasan penipuan tersebut terkait dengan pelanggaran sanksi Iran. Seperti diketahui, Meng ialah putri pendiri Huawei.
Sebaliknya, dua warga Kanada telah ditahan di Tiongkok sejak penangkapan Meng dan yang ketiga dijatuhi hukuman mati atas tuduhan perdagangan obat bius. Tindakan tersebut dinilai pengamat sebagai upaya Beijing untuk menekan Ottawa atas kasus Meng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved