FRANK Jordan lega. "Saya kira saya sudah kehilanganmu," kata dia kepada anaknya, Louis Jordan, 37.
Terakhir kali Frank bicara dengan Louis ialah pada Januari lalu, ketika Louis tengah memancing di kapal layarnya, beberapa mil dari pesisir South Carolina, AS. Louis lantas dilaporkan hilang pada 29 Januari lalu, beberapa hari setelah dia bicara lewat telepon dengan ayahnya.
Pada Kamis (2/4) malam waktu setempat, Louis kembali ke daratan setelah dinyatakan hilang selama 66 hari. Kapal kontainer berbendera Jerman, Houston Express, menemukan dia di lambung kapal yang mengapung terbalik di Samudra Atlantik, sekitar 322 km dari pesisir North Carolina. Dia diangkat ke Houston Express dan dibawa ke rumah sakit di Norfolk, Virginia, dengan menggunakan helikopter pasukan penjaga pesisir AS. "Saya sungguh bersyukur," ucap Louis.
Mulanya Louis memang berniat memancing. Dia berlayar dengan kapal yang berukuran 35 kaki atau sekitar 10,6 meter ke arah arus teluk di lepas pantai timur AS. Dalam perjalanan, kapalnya terbalik. Bahu Louis cedera sehingga dia tidak bisa memperbaiki kapal. "Alat-alat elektronik, alat GPS, semua rusak," kisah Louis.
Laki-laki itu pun terapung-apung di Samudra Atlantik. Dia berhasil mengatur bekal makanan dan minumannya untuk bisa bertahan hidup. Bahunya pun perlahan pulih. Louis lalu merakit kapal darurat. "Tapi jalannya lambat sekali karena melawan arus," kata dia.
Kemudian bekalnya habis. "Saya mengumpulkan air hujan. Sulitnya setengah mati. Setiap kali ombak tinggi menerjang, air hujan yang sudah saya kumpulkan malah tercampur air laut," lanjutnya. Louis mencoba terus dan akhirnya bisa memenuhi tangki seukuran 25 galon, yakni sekitar 94 liter, dengan air untuk diminum.
Untuk makanan, awalnya Louis pun kesulitan. Tapi perlahan dia mencermati, ikan-ikan di laut rupanya tertarik pada baju-baju yang dia celupkan di air laut saat dicuci. "Ikan-ikan itu masuk ke baju yang sedang dicelupkan di air. Saya tinggal menyeroknya dengan jaring kecil," kisah Louis.
Kini kondisi Louis baik-baik saja. Sang ayah, Frank, jelas amat mencemaskan anaknya. "Dia bukan pelaut yang berpengalaman. Tapi saya yakin dia bisa selamat karena kapalnya bagus dan dia sangat kuat secara fisik dan spiritual," kata Frank. Lewat telepon terakhir kali dengan ayahnya, Louis juga mengaku selalu berdoa. (CNN/AFP/Wendy Mehari Utami/I-3)