Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN imigran asal Honduras yang merupakan karavan baru, menyeberangi Guatemala dengan tujuan Amerika Serikat (AS). Tidak tinggal diam, Presiden AS Donald Trump berupaya menghimpun dukungan untuk pembangunan tembok di sepanjang wilayah perbatasan AS dengan Meksiko.
Sekitar 360 warga Honduras diketahui menyerahkan dokumen agar bisa melewati perbatasan Agua Calinte secara legal, yang memisahkan kedua negara Amerika Tengah. Rata-rata kelompok imigran merupakan keluarga yang membawa anak-anak kecil. Akan tetapi, sebanyak 350 warga Honduras yang menyeberangi wilayah Guatemala, sempat ditahan petugas imigrasi dengan alasan pemeriksaan dokumen.
Kelompok imigran kedua yang mencakup 300 warga Honduras tampak memenuhi sepanjang jalan raya. Mereka diperkirakan mencapai perbatasan pada Senin malam waktu setempat.
Sementara itu, kelompok imigran dengan jumlah yang lebih sedikit, berkumpul di sebuah plaza dekat El Savador. Mereka bermaksud bergabung dengan karavan imigran.
Gelombang karavan dari Amerika Tengah yang menuju AS, memicu perdebatan sengit mengenai kebijakan imigrasi 'Negeri Paman Sam'. Guna menarik perhatian pendukungnya, Trump menggulirkan rencana pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.
Di tengah penutupan sebagian pemerintah AS (shutdown) yang mencapai hari ke-25, Trump memohon adanya karavan imigran baru. Dia sengaja menuangkan hal tersebut dalam akun twitter-nya, untuk menekan anggota parlemen AS. Seperti diketahui, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat menentang usulan Trump mengenai anggaran proyek tembok perbatasan senilai US$5,7 miliar.
"Sebuah karavan baru yang begitu besar dari Honduras sedang menuju perbatasan selatan AS. Hanya tembok atau palang baja yang akan membuat negara kita aman! Hentikan permainan politik dan akhiri Shutdown!" bunyi kicauan Trump.
Dari siaran televisi lokal, sebagian besar imigran berusia muda meninggalkan San Pedro Sula, sebuah kota di Honduras yang terkenal keras. Mereka menaiki kendaraan untuk bergabung dengan ka-ravan yang lebih dulu meninggalkan kota.
"Kami meminta mereka agar mengizinkan kami menyeberang dalam perjalanan menuju Meksiko," ucap Josue Hernandez, imigran asal Honduras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved