Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Theresa May pada Rabu (16/1) akan menghadapi pemungutan suara kepercayaan setelah anggota parlemen menolak kesepakatannya untuk meninggalkan Uni Eropa. Hal ini membuat Inggris bakal tanpa kesepakatan saat keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret.
May menderita kekalahan terbesar dalam sejarah Inggris modern pada Selasa malam ketika House of Commons menolak dengan 432 suara berbanding 202 terkait dengan perjanjian yang dia buat dengan Brussels akhir tahun lalu.
Uni Eropa segera memperingatkan bahwa pemungutan suara meningkatkan risiko Brexit bakal tidak ada kesepakatan.
Hal ini sangat mengganggu karena Inggris dapat memutuskan hubungan dengan mitra dagang terbesarnya dalam semalam.
Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mendesak London untuk mengklarifikasi niatnya sesegera mungkin dan memperingatkan bahwa waktu hampir habis.
May mencoba berdamai setelah pemungutan suara dengan menjanjikan pembicaraan lintas partai untuk mencoba dan menyelamatkan kesepakatan Brexit yang bisa diterapkan sebelum kembali dengan rencana baru pada Senin depan.
Dia berharap dapat memenangi mosi kepercayaan yang dijadwalkan sekitar 19.00 GMT pada Rabu malam atau pukul 02.00 WIB Kamis (17/1).
Voting mosi percaya ini diajukan pemimpin oposisi Partai Buruh Jeremy Corbyn. Dia yang ingin memaksakan pemilihan umum.
Sementara itu, anggota parlemen Konservatif dan sekutu-sekutunya di Partai Persatuan Demokratik Irlandia Utara (DUP) memimpin dakwaan terhadap kesepakatan Brexitnya, mereka tidak menginginkan pemerintahan Partai Buruh.
Namun, surat kabar Inggris menilai skala kekalahannya. Ini putusan yang berat karena telah dinegosiasi selama 18 bulan dengan Uni Eropa.
Tabloid terlaris Sun mengatakan May dihancurkan, sedangkan seorang komentator di The Times menggambarkannya sebagai perdana menteri 'zombie'.
Negosiasi kembali
Mantan Menlu Boris Johnson, mengatakan pemilihan itu memberi May mandat besar untuk menegosiasikan kembali kesepakatannya dengan Uni Eropa.
Pemimpin DUP, Arlene Foster, yang partai kecilnya menopang pemerintahan May, juga menyerukan perubahan mendasar.
"Kami akan memberi pemerintah ruang untuk membuat rencana untuk mengamankan kesepakatan yang lebih baik," katanya.
Berbicara menjelang pemungutan suara pada Selasa, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengesampingkan perubahan substansial pada perjanjian penarikan dengan sebuah pesan yang diperkuat Juncker.
"Ini ialah satu-satunya cara untuk memastikan penarikan Inggris secara teratur dari Uni Eropa," kata Juncker.
Semakin banyak anggota parlemen pro-Eropa menyerukan referendum kedua sebagai jalan keluar dari kebuntuan, dengan opsi untuk membatalkan Brexit secara bersamaan.
Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk men-tweet, 'Jika kesepakatan tidak mungkin, dan tidak ada yang mau ada kesepakatan, siapa yang akan memiliki keberanian untuk mengatakan apa satu-satunya solusi positif itu?' (AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved