Gelombang Imigran Baru Bergerak Menuju AS

Tesa Oktiana Surbakti
16/1/2019 14:42
Gelombang Imigran Baru Bergerak Menuju AS
Para imigran asal Honduras menuju perbatasan AS(ORLANDO SIERRA/AFP)

RATUSAN imigran asal Honduras yang merupakan karavan baru, menyeberangi Guatemala dengan tujuan Amerika Serikat (AS). Tidak tinggal diam, Presiden AS Donald Trump berupaya menghimpun dukungan untuk pembangunan tembok di sepanjang wilayah perbatasan AS dengan Meksiko.

Sekitar 360 warga Honduras diketahui menyerahkan dokumen agar bisa melewati perbatasan Agua Calinte secara legal, yang memisahkan kedua negara Amerika Tengah. Rata-rata kelompok imigran merupakan keluarga yang membawa anak-anak kecil. Akan tetapi, sebanyak 350 warga Honduras yang menyeberangi wilayah Guatemala, sempat ditahan petugas imigrasi dengan alasan pemeriksaan dokumen.

Baca juga: Penyerang Hotel di Nairobi Sangat Percaya Diri

Beberapa imigran kemudian lari ke arah pintu masuk, namun mereka dihalangi petugas kepolisian Guatemala. Setidaknya 150 orang ditolak melintas karena tidak memiliki dokumen yang benar.

"Mereka yang dokumennya belum lengkap, akan dikembalikan," ujar juru bicara otoritas imigrasi Guatemala.

Kelompok imigran kedua yang mencakup 300 warga Honduras tampak memenuhi sepanjang jalan raya. Mereka diperkirakan mencapai perbatasan pada Senin malam waktu setempat. Sementara itu, kelompok imigran dengan jumlah yang lebih sedikit, berkumpul di sebuah plaza dekat El Savador. Mereka bermaksud bergabung dengan karavan imigran.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Honduras Nelly Jerez mengatakan jumlah karavan yang melintasi Agua Calinte berkisar 800-1.000 orang. Gelombang karavan dari Amerika Tengah yang menuju AS, memicu perdebatan sengit mengenai kebijakan imigrasi Negeri Paman Sam. Guna menarik perhatian pendukungnya, Trump menggulirkan rencana pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Di tengah penutupan sebagian pemerintah AS (shutdown) yang mencapai hari ke-25, Trump memohon adanya karavan imigran baru. Dia sengaja menuangkan hal tersebut dalam akun twitternya, untuk menekan anggota parlemen AS. Seperti diketahui, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat menentang usulan Trump mengenai anggaran proyek tembok perbatasan senilai US$ 5,7 miliar.

"Sebuah karavan baru yang begitu besar dari Honduras, sedang menuju perbatasan selatan AS. Hanya tembok atau palang baja yang akan membuat negara kita aman! Hentikan permainan politik dan akhiri Shutdown!," bunyi cuitan Trump.

Trump kerap menggambarkan para imigran sebagai pasukan penjajah. Tahun lalu, dia mengirimkan sejumlah pasukan militer untuk memperkuat perbatasan. Senin kemarin, Pentagon mengumumkan perluasan penempatan sekitar 2.350 pasukan ke perbatasan AS hingga akhir September.

Dari siaran televisi lokal, terlihat sebagian besar imigran berusia muda meninggalkan San Pedro Sula, sebuah kota di Honduras yang terkenal keras. Sebagian orang menaiki kendaraan, untuk bergabung dengan karavan yang lebih dulu meninggalkan kota.

"Kami meminta mereka agar mengizinkan kami menyebrang, dalam perjalanan menuju Meksiko," ucap Josue Hernandez, imigran asal Honduras, saat ditemui di depan pos pemeriksaan yang dijaga ketat kepolisian Guatemala.

Baca juga: Parlemen Inggris Tolak Kesepakatan Brexit

Rombongan imigran tersebut kemungkinan akan melalui perjalanan selama berminggu-minggu untuk mencapai perbatasan AS. Otoritas imigrasi Meksiko menyatakan banyak warga sengaja dibujuk bergabung dalam karavan, namun memiliki informasi yang salah mengenai potensi masuk ke wilayah AS. "Mereka tidak mendapat informasi utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dalam konteks kerentanan, ada oportunis dan distorsi besar mengenai realitas," tukas Tonatiuh Guillen, petugas imigrasi Meksiko.

Sekitar 2.500 imigran gelombang sebelumnya yang berasal dari Amerika Tengah, telah melintasi Meksiko. Mereka berkemah di tempat penampungan kota perbatasan Tijuana.(Channelnewsasia/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya