Maduro Tuduh Oposisi Atur Drama Penangkapan

(AFP/Yan/I-1)
16/1/2019 03:40
Maduro Tuduh Oposisi Atur Drama Penangkapan
((Photo by Yuri CORTEZ / AFP))

PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro menuduh lawan-lawannya pada Senin (14/1) mengatur penangkapan Presiden Parlemen Juan Guaido oleh agen dinas intelijen.

Guaido ditahan selama sekitar satu jam setelah agen SEBIN (The Bolivarian National Intelligence Service) menghentikan mobilnya di jalan raya di luar ibu kota Caracas. Agen itu menjemputnya ketika ia melakukan perjalanan ke sebuah rapat umum politik di kota terdekat.

"Ah, sangat kebetulan sekali! Sebuah kamera ditempatkan dengan sempurna, profesional, yang menangkap saat wakil ditahan dalam peristiwa aneh," kata Maduro, berbicara di hadapan Majelis Konstituen.

Maduro mengatakan penangkapan itu terjadi bekerja sama dengan agen SEBIN yang korup dan berbahaya. "Jadi, saya akan bertindak melawan pejabat yang mengkhianati sumpah publik," tambahnya.

Menyusul berita penangkapan pada Minggu (13/1) itu, pemerintah Maduro menyangkal mengetahui insiden itu dan menamakannya cuma 'sirkus media'.

Dikatakannya bahwa para petugas SEBIN yang terlibat akan dipecat dan menjadi sasaran prosedur disipliner yang lebih ketat.

Guaido merespons dengan mengejek presiden. "Jadi, Maduro tidak lagi mengendalikan angkatan bersenjata karena rantai komando terputus," kata Guaido begitu ia tiba di tempat pertemuannya di Kota Caraballeda, 40 kilometer dari ibu kota.

"Siapa yang memimpin rezim sekarang? Jika mereka sudah mengakui bahwa mereka tidak mengendalikan badan keamanan negara, ada masalah serius di Miraflores," tambahnya, merujuk pada istana presiden.

Insiden itu terjadi dua hari setelah Guaido menentang asumsi Maduro tentang masa jabatan enam tahun kedua setelah memenangi pemilihan kontroversial pada Mei yang diboikot oposisi dan dicap sebagai penipuan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Organisasi Amerika Serikat.

Pada Jumat (13/1), Guaido mengatakan bahwa konstitusi Venezuela memberinya wewenang mengambil alih kekuasaan sebagai bagian dari pemerintahan transisi. Dia mendesak rakyat Venezuela untuk turun ke jalan pada 23 Januari. Tanggal ini penting karena pada 1958 kediktatoran militer Marcos Perez Jimenez dijatuhkan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya