Kekeringan, Jutaan Ikan di Australia Mati

(AFP/Tes/I-1)
15/1/2019 07:00
Kekeringan, Jutaan Ikan di Australia Mati
(Jutaan ikan mati di Sungai Murray Darling, New South Wales, Australia. (Foto: Guardian))

SEBANYAK satu juta ikan diyakini telah mati di sepanjang tepi sistem sungai utama di Australia Timur yang dilanda kekeringan, dan pihak berwenang Australia memperingatkan potensi lebih banyak kematian ikan di masa mendatang.

Tepi Sungai Murray-Darling dipenuhi ikan busuk. Pejabat pemerintahan memperkirakan jumlahnya mencapai satu juta ikan. Pemerintah South Wales memproyeksi kenaikan suhu lebih tinggi sepanjang pekan ini, yang dapat memperburuk situasi. Penurunan permukaan air dan suhu air yang memanas, berdampak negatif pada ekosistem sungai. Selain menyebabkan ikan kekurangan oksigen, kondisi tersebut dapat menimbulkan racun.

"Kami rasa akan lebih banyak lagi kasus kematian ikan di seluruh wilayah barat dan Northern Tablelands pekan ini," ujar Menteri Industri Primer Australia Niall Blair.

Banyaknya kasus kematian ikan menimbulkan masalah nasional, hingga memantik protes publik mengenai penyebab dan pihak yang harus bertanggung jawab. "Ini ialah peristiwa ekologis yang merusak," tukas Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, merujuk adegan apokaliptik. "Gambaran visual yang kita lihat sungguh mengecewakan," imbuhnya.

Pemerintah menilai kasus kematian jutaan ikan dipengaruhi bencana kekeringan. Dia pun menepis tudingan penduduk setepat bahwa kebijakan pemerintah menyebabkan penipisan sistemis dan polusi sistem sungai.

"Memang Australia sedang dilanda kekeringan. Ini ialah salah satu dampaknya. Fokus pemerintah terhadap bencana kekeringan belum bergeser satu inci pun," ucap Morrison.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan kerap memperingatkan tindakan mengekstraksi air sungai dalam volume besar tanpa memeriksa irigasi atau kegunaan lainnya. Langkah tersebut menguntungkan pengusaha, karena memangkas investasi senilai miliaran dolar.

"Kematian ikan dan kondisi sungai yang sekarat bukan hanya karena kekeringan. Hal itu disebabkan praktik pengambilan air sungai secara berlebihan," kritik pakar ekonomi air dari Australian National University, John Williams.

Pemimpin oposisi Bill Shorten mendesak pemerintah membentuk satuan tugas darurat untuk mengatasi persoalan lingkungan yang semakin meresahkan. "Kamu tidak bisa mengabaikan kasus kematian satu juta ikan," cetus John.

Morrison menegaskan rencana manajemen untuk Lembah Murray-Darling merupakan bipartisan. Dia menambahkan, pemerintahannya hanya mengikuti kebijakan pemerintah oposisi Partai Buruh. "Saya khawatir beberapa orang mungkin ingin bermain politik dengan isu tersebut."

Para ilmuwan meminta pertanggungjawaban para politikus. "Anggaran sebesar miliaran dolar dihabiskan untuk memperbaiki infrastruktur irigasi, tetapi tanpa manfaat publik," kata Quentin Grafton, pengamat dari Australian National University. "Sudah waktunya mereka bertanggung jawab atas bencana yang sedang berlangsung."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya