Surplus Perdagangan Global Tiongkok Turun

(AFP/Yan/I-1)
15/1/2019 06:40
Surplus Perdagangan Global Tiongkok Turun
( (ANTARA News/Aditya E.S. Wicaksono)

VOLUME perdagangan global Tiongkok naik tahun lalu, tetapi surplusnya turun lagi karena impornya melebihi ekspornya. Data resmi dirilis Senin (14/1) di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat. Total perdagangan mencapai US$4,62 triliun, naik 12,6% dari 2017.

Namun, surplus perdagangan Tiongkok turun 16,2% menjadi US$351,76 miliar karena impor naik 15,8%, sedangkan ekspor naik 9,9%. "Perdagangan luar negeri Tiongkok telah berkembang dengan mantap dan mencapai rekor tertinggi dalam volume impor dan ekspor," kata Li Kuiwen, juru bicara administrasi kepabeanan Tiongkok.

Surplus Tiongkok dengan AS ialah masalah dengan Pemerintahan Presiden Donald Trump yang memasang tarif impor baru atas barang-barang Tiongkok senilai miliaran dolar tahun lalu.

Bea Cukai belum merilis informasi tentang perdagangan bilateral AS-Tiongkok, tetapi impor kedelai Tiongkok turun 7,9% tahun lalu menjadi 88 juta ton. "Administrasi Bea Cukai akan bekerja untuk meningkatkan lingkungan bisnis negara itu dan memperluas perdagangan luar negeri untuk menjaga pekerjaan, sektor keuangan, perdagangan luar negeri, dan investasi asing stabil," kata Li.

Delegasi besar AS mengakhiri kunjungan tiga hari ke Beijing pekan lalu untuk membahas perdagangan tatap muka pertama sejak Trump dan Pemimpin Tiongkok Xi Jinping sepakat gencatan senjata selama tiga bulan pada Desember lalu.

Dengan tarif AS yang diberlakukan, ekspor yang suram telah menegaskan bahwa Beijing butuh banyak konsumen untuk menumbuhkan ekonominya.

Serangkaian data ekonomi yang buruk telah menambah kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok yang diperkirakan telah berkurang menjadi sekitar 6,5% dalam pertumbuhan pada 2018, turun dari 6,9 % pada 2017.

Penjualan mobil penumpang Tiongkok turun tahun lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. Hal ini karena perang dagang dengan AS telah mengguncang kepercayaan konsumen.

Biaya produksi barang-barang di pabrik-pabrik Tiongkok melambat tajam pada Desember. Itu menjadi sebuah tanda permintaan tetap lemah, sedangkan inflasi konsumen juga menurun. Data resmi menunjukkan sektor manufaktur berkontraksi pada Desember untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya