SETIBANYA di ibu kota Yaman, Sana'a, kemarin, Tim Satgas Khusus Kemanusiaan Polri bersiap bergerak menuju Aden untuk menjemput 15 warga Indonesia yang terjebak di kota pelabuhan sekitar 170 kilometer timur Selat Bab el Mandeb tersebut.
Hal itu dikatakan Kepala Satgas Khusus Kemanusiaan Polri Kombes Khrisna Murti kepada Media Indonesia, kemarin. "Tim Polri menjemput mereka, besok (hari ini). Pasukan Houthi menguasai Aden sejak Kamis (2/4)," kata Khrisna.
Aden merupakan kota pelabuhan di selatan Yaman. Di sana terdapat Istana Kepresidenan Yaman. Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kini sekitar 100 WNI berada di Aden.
"Saya menerima laporan sementara ada kapal yang menunggu 82 WNI yang masih dalam perjalanan ke pelabuhan," ujar Khrisna.
Menurut Khrisna, terhambatnya perjalanan ke-82 WNI ke pelabuhan Aden tersebut disebabkan masih berkecamuknya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Selain itu, beberapa ruas jalan menuju Aden sudah tertutup untuk lalu lintas umum.
Satgas Khusus Polri, kemarin, mendarat di Jeddah, Arab Saudi, setelah transit di Doha, Qatar. Dari Jeddah, tim Khrisna yang terdiri atas tujuh orang itu lalu bertolak ke Al-Hudaydah (kota keempat terbesar di Yaman) dan Sana'a.
Tim Khrisna merupakan kelompok kedua yang ditugaskan ke Sana'a, sedangkan kelompok pertama yang juga menuju Sana'a berangkat dengan pesawat berbeda. Kelompok pertama yang dipimpin oleh staf Kemenlu itu pun transit di Doha dan menuju Jeddah untuk bisa masuk ke Yaman.
Khrisna mengatakan ada satu tim lagi yang ditugasi menuju Salalah, Oman, untuk membantu KBRI membuat penampungan sementara bagi WNI sebelum diterbangkan ke Tanah Air.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan situasi Aden semakin mencekam. Suara tembakan terdengar sepanjang hari dan listrik padam sejak Kamis (2/4) malam.
Mahasiswa Indonesia Proses evakuasi WNI dilakukan menggunakan kapal sewaan dari Republik Djibouti yang membuang sauh di tengah laut hingga situasi di daratan aman.
"Insya Allah 47 WNI bergerak ke Jizan (Arab Saudi) hari ini dikawal pasukan angkatan bersenjata," kata Iqbal.
Kemenlu mengatakan kini 262 WNI berada di Jizan. Mereka ialah bagian dari 309 WNI yang awalnya akan dievakuasi dari Al-Hudaydah menuju Jizan.
Selain itu, Iqbal menegaskan bahwa tim dari Salalah sebanyak delapan orang sudah menuju perbatasan Yaman dan mencoba masuk untuk melakukan evakuasi.
Tim evakuasi lain dari wilayah barat sudah memasuki Jizan, kemarin petang. "Mereka segera mencari cara masuk ke Al-Hudaydah," ujar Iqbal.
Sementara itu, sejumlah warga Madura mengaku khawatir terhadap keselamatan anak mereka yang kini menuntut ilmu di Yaman.
Dari Madura, dilaporkan, tercatat 12 mahasiswa yang kuliah di Al-Qadar University, Yaman. Sebagian dari mereka mendapat beasiswa dari salah satu pondok pesantren di Madura dan ada pula yang berangkat atas biaya sendiri.
"Kami khawatir sebab konflik di sana meluas. Saya berharap pemerintah cepat memulangkan WNI ke Tanah Air," tutur Zainiyah, orangtua dari mahasiswa bernama Muhammad. (Hym/MG/BB/X-4)