Isyarat Suaka dari Australia kian Nyata

(AFP/Tes/I-2)
11/1/2019 06:05
Isyarat Suaka dari Australia kian Nyata
(AFP)

MENTERI Luar Negeri Australia Marise Peyne menemui mitranya di Thailand, saat pemerintah 'Negeri Kanguru' mengisyaratkan tawaran suaka kepada remaja Arab Saudi yang melarikan diri dari keluarganya.

Pelarian Rahaf Mohammed al-Qunun menuju Australia terhenti di Thailand, sebagaimana drama yang dikisahkannya di akun Twitter-nya. Upaya Qunun melarikan diri dari keluarganya yang dikenal ultrakonservatif, menggugah berbagai kelompok pejuang hak asasi manusia.

Hal itu terjadi setelah perempuan berusia 18 tahun itu mendarat di bandara Bangkok, Thailand, setelah menjalani liburan bersama keluarganya di Kuwait.

Pihak berwenang Thailand mengancam akan mendeportasi Qunun. Akan tetapi, bantuan dari kalangan aktivis, diplomat, dan dukungan warga Twitter, gencar meluncurkan kampanye suaka dengan penuh semangat.

Di tengah besarnya perhatian global, pihak berwenang Thailand pun menghentikan ancaman deportasi. Qunun diserahkan kepada Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Bangkok, yang mendesak pemerintah Australia menawarkan perpindahan tempat tinggal.

Kunjungan Payne ke Thailand, turut dilatarbelakangi isyarat kuat dari pemerintah Australia untuk menerima Qunun. Pada Rabu (9/1), Australia menyatakan UNHCR telah mempelajari kasus Qunun dan menyebutnya sebagai pengungsi yang sah.

Qunun yang mengaku dianiaya keluarganya, diketahui telah meninggalkan ajaran agamanya, Islam. Keputusannya itu menimbulkan polemik di Arab Saudi yang konservatif. Di lain sisi, ayah Qunun menepis tudingan perlakuan buruk dari pihak keluarga kepada putrinya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Imigrasi Thailand, Surachate Hakparn, mengungkapkan Qunun tetap berada di Bangkok sampai dia tahu negara yang akan dituju.

Di lain hal, kedutaan Arab Saudi di Bangkok menyatakan tidak menuntut upaya deportasi remaja tersebut. Kasus pelarian Qunun dianggap sebagai persoalan keluarga.

Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi menuai kecaman internasional sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, mengemuka.

Sebelum pergi ke Thailand, Payne enggan membahas lebih detail mengenai kasus Qunun. Pihaknya hanya mengatakan berjanji akan melobi deportasi mantan pemain bola asal Bahrain, Hakeem Alaraibi, yang mendapat status pengungsi di Australia setelah melarikan diri dari perlakuan kasar selama di Arab Saudi.

Alaraibi dituduh membuat kerusuhan, tetapi dengan cepat dibantahnya. Dia ditahan di Bangkok pada November lalu saat berlibur bersama sang istri.

Bagaimanapun, kasus Qunun membangkitkan kembali perhatian pada nasib Alaraibi yang ditahan sejak menginjakkan kaki di Thailand. "Pihak berwenang Thailand melakukan hal yang tepat kepada perempuan muda Saudi ketika mereka setuju untuk tidak mendeportasi."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya