Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan salam perpisahan dan memutuskan keluar dari perundingan anggaran dinding perbatasan AS-Meksiko. Hal itu dipicu suara dari Partai Demokrat yang tidak menyetujui pelaksanaan proyek tersebut.
"Sungguh membuang waktu. Lebih baik saya mengucapkan selamat tinggal, tidak ada yang berhasil!," cuit Trump dalam akun twitternya mengenai pertemuan Gedung Putih dengan Kongres AS yang dikuasai Partai Demokrat.
Petinggi Partai Demokrat di Senat AS, Chuck Schummer, menggambarkan ekspresi kemarahan Trump yang membanting meja kemudian bangkit dan berjalan keluar. "Lagi-lagi kita melihat sebuah kemarahan yang tidak bisa dikendalikan," cetus Schumer.
Baca juga: Konflik Uighur Diharapkan Selesai dengan Dialog
Meski kedua belah pihak sepakat mengakhiri pertemuan dengan tiba-tiba, namun perdebatan memang sulit dihindari, khususnya mengenai pihak yang harus disalahkan. Menurut para pendukung Trump yang ikut menghadiri pertemuan, Presiden sempat mempertanyakan persetujuan para pemimpin Partai Demokrat terkait pendanaan proyek tembok perbatasan. Usulan tersebut dianggap sebagai imbalan bagi Trump yang mengakhiri kotak-kotak pemerintahan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi, diketahui mengangkat tangannya dan berkata "Tidak, tidak sama sekali," ujar Kevin McCarthy, anggota DPR dari Partai Republik, menirukan pernyataan Nancy.
"Kami mendengar sekali lagi bahwa petinggi Partai Demokrat bahkan tidak mau bernegosiasi," imbuh Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang menegaskan Trump membawa itikad baik dalam pertemuan. "Aku bahkan lupa kan dia meninggikan suaranya, atau membanting tangannya," tukas Pence.
Sebelumnya, Trump mengajukan anggaran proyek tembok perbatasan sebesar US$ 5,7 miliar. Menurut Trump, proyek tersebut diperlukan untuk mencegah masuknya imigran ilegal yang dipandang berbahaya, berikut peredaran narkoba dan penyelundupan manusia dari Meksiko.
Partai Demokrat berpendapat pembangunan tembok perbatasan berdampak kecil pada persoalan perbatasan di AS. Pendekatan keras yang digulirkan Trump malah menciptakan krisis kemanuasian di antara migran yang rentan dan tidak mengancam.
Tuas utama Trump sebagai tekanan pada Kongres AS ialah dengan menolak menandatangani tagihan belanja mencakup wilayah pemerintahan yang luas. Akibatnya, sekitar 800 ribu karyawan federal dan banyak kontraktor tidak mendapat bayaran selama hampir tiga pekan. Di lain sisi, Partai Demokrat bersikeras tidak akan mengangkat oposisi mereka untuk menjalankan proyek tembok perbatasan. Mereka percaya warga AS akan lelah dengan kekacauan "shutdown" pemerintahan AS yang disebabkan Trump.
Dalam kunjungannya ke sekutu Partai Republik di Kongres AS pada Rabu lalu, Trump menegaskan dia akan melanjutkan permainan yang keras.
"Apapun yang diperlukan," tukasnya kepada wartawan saat ditanyai berapa lama shutdown pemerintah AS berlanjut. Sebelumnya, Trump sempat mengatakan kepada wartawan apabila dia tidak dapat menemukan jalan keluar, pihaknya akan mendeklarasikan keadaan darurat nasional. Hal itu mengindikasikan tidakan yang memungkinkan Trump melewati Kongres AS dan mengambil anggaran untuk proyek tembok perbatasan yang dibutuhkan dari militer.
"Saya pikir kami akan membuat kesepakatan. Jika hal itu tidak terjadi, mungkin kami menempuh jalur lain," tegas Trump yang menyinggung Presiden AS memiliki hak mutlak untuk mengumumkan keadaan darurat. Sekalipun terdapat peringatan di Kongres AS bahwa hal itu dipandang sebagai masalah serius. (AFP/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved