Australia Isyaratkan Bersedia Beri Suaka

(AFP/Yan/I-2)
10/1/2019 08:40
Australia Isyaratkan Bersedia Beri Suaka
(AFP Thai Immigration Bureau)

KABAR baik menghampiri remaja Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, 18. Pemerintah Australia, kemarin, memberi isyarat kuat akan memberikan suaka kemanusiaan kepada Qunun.

Suaka tetap diberikan meskipun ada upaya Riyadh dan pihak keluarga memaksanya kembali ke rumah mereka. Sebelumnya, Qunun telah mendokumentasikan upayanya untuk melarikan diri dari keluarganya yang diduga berlaku kasar.

Hal itu diunggah lewat time line media sosial menit demi menit. Akibatnya, publik internasional bereaksi dan mengintensifkan sorotan terhadap jejak catatan hak asasi di Arab Saudi.

Saat tekanan publik meningkat, seorang menteri Australia yang tampaknya telah bertindak melewati birokrasi awal negara itu, mengungkapkan untuk mempertimbangkan kasus Qunun. Menurutnya, penilaian para pakar PBB atas ketakutan Qunun akan perlakuan buruk, dapat dibenarkan.

"Jika dia ditemukan sebagai pengungsi, kami akan memberikan pertimbangan yang sangat, sangat, sangat serius untuk visa kemanusiaan," kata Menteri Kesehatan Greg Hunt kepada stasiun televisi ABC.

Menurut Hunt, dia telah berbicara dengan Menteri Imigrasi David Coleman tentang kasus Qunun. Remaja Saudi itu, sebelumnya telah memaparkan alasan melarikan diri ke Australia. Tapi, langkahnya terhenti di perjalanan oleh pejabat Thailand dan Saudi.

Nasibnya kini menjadi perhatian publik setelah dia membarikade dirinya di kamar hotel Bandara Bangkok untuk menghindari deportasi. Selain itu, dia juga berbagi lusinan pesan secara daring yang berbau menakutkan, namun menantang seraya menegaskan haknya untuk mendapatkan suaka.

Pihak berwenang Thailand pada awalnya mengatakan Qunun akan dikirim kembali ke negaranya. Namun, mereka tiba-tiba mengubah kebijakan ketika kisah Qunun menyebar di media sosial.

Kini simpati terhadap Qunun kian bertambah. Bahkan menteri dalam negeri Australia yang dikenal beraliran keras dan pendukung kebijakan antiimigrasi, ikut bersimpati. "Tidak ada perlakuan khusus dalam kasus ini," kata Peter Dutton, kemarin.

Namun, lanjutnya, tidak ada yang ingin melihat seorang gadis muda dalam kesusahan dan dia jelas telah menemukan tempat yang aman di Thailand.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya