Semarak Dupa Merah Muda Songsong Imlek

(AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-2)
09/1/2019 07:20
Semarak Dupa Merah Muda Songsong Imlek
((Photo by Manan VATSYAYANA / AFP) )

Di 'desa dupa' Vietnam, lusinan pekerja bekerja keras mengeringkan dan mengikis kulit bambu untuk membuat batang dupa wangi menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Ini ialah waktu yang paling sibuk bagi pekerja di industri rumahan di Desa Quang Phu Cau di pinggiran Kota Hanoi. Desa itu telah terkenal karena tiap keluarga bekerja sebagai pembuat dupa selama lebih dari satu abad. Hal itu menjadi kebanggaan bagi banyak orang di sana.

"Ini ialah pekerjaan tradisional dan spiritual saat membuat ranting-ranting ini," kata Dang Thi Hoa sembari duduk di tengah kumpulan dupa berwarna merah muda cerah yang mengering di bawah sinar matahari sore.

Desa itu ialah satu di antara beberapa tempat di Vietnam yang membuat batang dupa beraroma. Setiap dupa disesuaikan dengan selera menurut daerah tempat dupa-dupa itu dijual.

Setiap tahun, sebelum dan selama Tahun Baru Imlek di Februari, permintaan akan dupa selalu tinggi. Hal itu terutama saat orang-orang berkerumun di kuil-kuil untuk menyalakan dupa selama ibadah, atau membakarnya di altar leluhur di rumah.

Selama lebih dari 100 tahun, keluarga Hoa sudah melakoni pembuatan batang dupa. Dia mengenang, saat remaja, ibunya selalu mengajak serta putri-putrinya yang masih remaja untuk membantu membuat dupa selepas sekolah.

Dengan menjual batangan dupa ke Vietnam tengah, Hoa dapat menghasilkan hingga US$430 sebulan sebelum Imlek. Bila dirata-ratakan, sepanjang tahun, pendapatan bulanan yang dapat diraih sebesar US$195.

Kini, sebagian besar rumah tangga di lorong-lorong Quang Phu Cau, menekuni perdagangan dupa yang telah berlangsung lama itu.

Bagi yang ingin mengetahui proses pembuatan dupa, pertama diawali dengan memasukkan beberapa batang bambu ke dalam mesin pengupas.

Anggota keluarga yang lain, mencelupkan strip tipis pewarna merah muda ke dalam ember untuk menghasilkan ratusan gantang berwarna cerah yang kemudian disebar seperti karangan bunga di jalan-jalan agar kering.

Setelah itu, para perempuan di sana, sembari mengenakan masker wajah kain, melapisi tongkat kering dengan pasta dupa aromatik sebelum memoles dan mengirimkan untuk dikemas.

Pekerjaan itu memberikan lebih dari sekadar kebanggaan bagi banyak orang di Quang Phu Cau. Seperti Hoa, banyak orang yang menghasilkan uang lebih ketimbang bekerja di pabrik. "Dari pekerjaan ini, saya berpenghasilan cukup untuk membesarkan dua anak saya dan menjadi dokter," kata Le Thi Lieu sambil meletakkan dupa untuk dikeringkan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya