Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menyambangi Beijing, kemarin. Dalam kunjungan mendadak tersebut, Kim diduga menemui Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum konferensi tingkat tinggi (KTT) kedua dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Tiongkok ialah sekutu penting Korut. Negara itu saat ini terisolasi dari perdagangan dan bantuan dunia.
Menurut analis, kunjungan Kim tersebut bakal meningkatkan spekulasi tentang kemungkinan pertemuan dengan presiden AS karena pemimpin Korut itu sedang mengoordinasikan strateginya dengan Xi.
Di Beijing, seperti dilaporkan wartawan AFP, sebuah iring-iringan terlihat meninggalkan stasiun kereta api dan polisi memblokir jalan dengan plang logam beberapa jam setelah kereta Kim melintasi perbatasan ke Tiongkok utara.
Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap, mengatakan kereta hijau gelap khas dengan garis kuning memasuki stasiun pada pukul 10.55 waktu setempat.
Pemimpin Korut, dengan ditemani istrinya Ri Sol-ju dan beberapa pejabat senior, berangkat dari Pyongyang dengan kereta api pribadi pada Senin (7/1).
Menurut Kantor Berita Korut KCNA dan kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua, perjalanan Kim tersebut atas undangan Xi dan akan berlangsung hingga Kamis (10/1).
Kunjungan itu dilakukan seminggu setelah Kim memperingatkan dalam pidato Tahun Baru, bahwa Pyongyang kemungkinan bakal mengubah pendekatan mereka terkait dengan perundingan nuklir jika AS tetap bertahan dengan sanksi mereka.
"Baik Xi maupun Kim melihat pentingnya mengoordinasikan posisi mereka sebelum KTT Trump-Kim. Itu tampaknya menjadi pola," kata Bonnie Glaser, penasihat senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional.
Di lain hal, Tiongkok dan Rusia mengatakan PBB harus mempertimbangkan sanksi pada Korut.
Seperti diketahui, Trump pada Minggu (6/1) mengatakan berkukuh bahwa mereka akan tetap dalam kekuatan penuh sampai AS melihat hasil sangat positif dalam permasalahan nuklir Korut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved