Remaja Saudi Lanjutkan Upaya Mencari Suaka

(AFP/Yan/I-2)
09/1/2019 06:40
Remaja Saudi Lanjutkan Upaya Mencari Suaka
(AFP)

KLAIM suaka yang dilontarkan remaja Arab Saudi saat menentang upaya deportasi dari Thailand akan memakan waktu beberapa hari. Hal itu diungkapkan perwakilan badan PBB untuk pengungsi, di Bangkok, kemarin.

Sebelumnya diberitakan, Rahaf Mohammed al-Qunun tiba di bandar udara utama Bangkok pada akhir pekan lalu dengan menumpang penerbangan dari Kuwait. Dia mengaku melarikan diri dari keluarganya saat berada di Kuwait karena menjadi sasaran pelecehan fisik dan psikologis.

Perempuan berusia 18 tahun itu mengatakan berencana mencari suaka di Australia. Hal itu karena dia khawatir akan dibunuh jika dikirim kembali oleh petugas Imigrasi Thailand yang menghentikan langkahnya di bandara Bangkok pada Minggu (6/1).

Sebagai informasi, pemerintah Arab Saudi saat ini telah melakukan pengawasan ketat sejak insiden pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi mencuat tahun lalu.

Sebelumnya, pihak berwenang Thailand, Qunun akan dikirim kembali ke Arab Saudi. Namun, ketika kasus Qunun ramai dibahas di media sosial, termasuk cicitan tentang bagaimana dia membarikade diri di kamar hotel, pemerintah Thailand tiba-tiba mengubah kebijakan mereka dan membiarkan Qunun meninggalkan bandara pada Senin (7/1) malam dalam pengawasan petugas UNHCR.

"Butuh beberapa hari untuk memproses kasus ini dan menentukan langkah selanjutnya," kata perwakilan UNHCR di Thailand, Giuseppe de Vicentiis, dalam sebuah pernyataan. Pasalnya, Thailand tidak tercatat sebagai negara yang ikut menandatangani konvensi PBB tentang pengungsi.

Sementara itu, Kedutaan Arab Saudi tidak segera menanggapi tindakan UNHCR. Namun, di Twitter, mereka membantah mengirim pejabat ke Bandara Suvarnabhumi untuk bertemu Qunun.

Mereka juga mengatakan paspor Qunun tidak disita seperti yang dituduhkan. Pejabat Arab Saudi lainnya mengatakan kepada televisi milik pemerintah, bahwa ayah Qunun telah menghubungi untuk membantu membawa anaknya kembali.

Namun, menurut Qunun, dia bakal dipenjara atau dibunuh jika dikirim kembali. Pasalnya, keluarganya sangat ketat sehingga pernah mengurungnya di kamar selama enam bulan hanya karena memotong rambutnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya